Rudiantara: Normalisasi Sosmed Jika Situasi Kondusif

Rudiantara: Normalisasi Sosmed Jika Situasi Kondusif
Rudiantara. ( Foto: Antara )
Hotman Siregar / FER Jumat, 24 Mei 2019 | 18:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengemukakan, akses  berbagai fitur di sosial media (Sosmed) akan kembali normal jika situasi sudah benar-benar kondusif. Penentuan situasi kondusif akan ditetapkan oleh berbagai pihak terkait.

"Tunggu kondusif. Yang bisa menyatakan suasana kondusif atau tidak tentu masukan dari berbagai pihak yah. Dari sisi intelejen, dari sisi Polri, dari sisi TNI. Kalau sudah kondusif kita akan buka akan fungsikan kembali fitur-fitur karena saya sendiripun merasakan dampaknya," kata Rudiantara di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Rudiantara tidak bisa memastikan kapan akses sosmed mulai berjalan normal. Dia hanya meminta semua rakyat Indonesia supaya berdoa sehingga kondisi bangsa ini benar-benar kembali normal.

"Saya berdoa supaya biar segera pulih lah dan doa ini kan bukan doa saya sendiri dan doa teman-teman (wartawan, red) juga kan," tutur Rudiantara.

Rudiantara mengakui pasti ada kerugian ekonomi dari kebijakan tersebut. Terutama kepada usaha jualan online. Hal itu karena mereka mengandalkan gambar dan video dalam menjual barang atau produk. Namun, kebijakan itu juga harus diambil untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pemerintah tidak ingin masyarakat memakai berbagai fitur sosmed untuk menghasut, provokasi dan menyebarkan kebencian yang memancing kemarahan publik," tegas Rudiantara.

Rudiantara menjamin kebijakan yang diambil tidak melanggar Undang-undang (UU). Kebijakan itu mengacu ke UU ITE, Pasal 40 ayat 2 UU 19 2016 tentang perubahan atas UU 11 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. "Kalau ngajak provokasi itu konten yang harus dilarang atau tidak. Masuk di situ, jadi pemerintah wajib," tutup Rudiantara.

 

 

 



Sumber: Suara Pembaruan