Polres Belawan Tangkap Penghina Presiden Jokowi

Polres Belawan Tangkap Penghina Presiden Jokowi
ilustrasi ( Foto: istimewa )
Arnold H Sianturi / FER Senin, 27 Mei 2019 | 21:09 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kepolisian Resort (Polres Belawan) meringkus pelaku penyebaran video yang menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri. Polisi juga masih memburu pelaku yang menghina Presiden dan mantan Presiden melalui running text di SPBU Marelan Medan, Kamis (24/5/2019) lalu.

"Tersangka berisial IPT (20) yang berstatus sebagai mahasiswa. Dia ditangkap dari kediamannya di Kampung Belawan. Tersangka masih menjalani pemeriksaan guna dilakukan pengembangan lebih lanjut," ujar Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis, Senin (27/5/2019).

Ikhwan mengatakan, kasus ini terungkap atas kerjasama Reskrim Polres Pelabuhan Belawan dengan Polsek Labuhan dan Tim Cyber Polda Sumut. Running text yang menghina presiden dan mantan presiden di SPBU Marelan, mengundang kehebohan.

"IPT ini merupakan pelaku penyebar video running text Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) Jalan Marelan Raya, Pasar III Kelurahan Renggas Pulau, Medan Marelan. Dalam running text itu, bagian bawah harga bahan bakar, ada kata penghinaan kepala negara Jokowi dan Megawati," kata Ikhwan.

Ikhwan Lubis menambahkan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop. Polisi menangkap tersangka setekah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang dalam kapasitas sebagai saksi.

"Berdasarkan keterangan dari sembilan orang saksi yang sebelumnya kita periksa, kita melakukan pengembangan dan menangkap pelaku saat berada di rumahnya," ungkap Ikhwan.

Dalam pemeriksaan sementara, tersangka mengaku bahwa awalnya dia sedang nongkrong di seputaran SPBU Pasar 3 Marelan. Saat itu, dia melihat papan bilboard yang biasanya bertuliskan harga BBM dan ucapan terima kasih, berganti dengan tulisan hinaan kepada Presiden Jokowi.

Dengan sengaja, tersangka kemudian merekam running text tersebut dan menyebarkanya melalui media sosial (Medsos) seperti Youtube, Facebook, WhatsApp dan Instagram, serta sempat membuat heboh warga sekitar Medan Utara.

Atas perbuatannya, tersangka untuk sementara ditahan di sel Mapolsek Medan Labuhan dengan sangkaan melanggar Pasal 45 ayat 3 UU ITE jo pasal 207 KHUP dengan hukuman penjara empat tahun penjara.



Sumber: Suara Pembaruan