Pemudik dari Bandung ke Jakarta Tetap Bisa Gunakan Tol Cipularang

Pemudik dari Bandung ke Jakarta Tetap Bisa Gunakan Tol Cipularang
Jalan Tol Cipularang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. ( Foto: Antara )
Adi Marsiela / JEM Kamis, 30 Mei 2019 | 12:13 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Pemudik dari wilayah Bandung dan sekitarnya masih tetap bisa memanfaatkan jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) seiring adanya pemberlakuan satu arah pada masa angkutan Lebaran 2019 ini. Sistem satu arah di ruas tol itu berlangsung dari KM70 atau gerbang tol Dawuan (Jawa Barat) hingga KM263 kawasan Brebes Barat (Jawa Tengah) pada 30 Mei-2 Juni 2019.

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Mohamad Aris memaparkan, pemberlakuan satu arah itu berlangsung mulai pukul delapan pagi hingga pukul sembilan malam. Di luar waktu yang sudah ditetapkan, jalan tol beroperasi dua arah.

Seiring pemberlakuan sistem satu arah, Aris memastikan, masyarakat dari Bandung atau wilayah timur menuju ke Jakarta, Banten, Bandara Internasional Soekarno Hatta atau Pelabuhan Merak-Bakauheni masih tetap bisa mengakses tol Cipularang. Korps Lalu Lintas Kepolisian RI tidak memberlakukan sistem satu arah dari KM29 di Tol Cipularang untuk mengurangi kepadatan di Simpang Jomin dan Cikampek.

“Kalau dari KM29 ke KM70 itu (jalur Bandung-Jakarta) mungkin nanti ada contraflow (berlawanan arah). Tidak ada one way (satu arah),” ujar Aris di Bandung.

Pengemudi yang merasa ada kepadatan di ruas jalan tol Bandung-Jakarta bisa mengakses ruas jalan alternatif. Aris mengungkapkan, pengemudi bisa keluar dari tol Cikampek menuju ke jalan biasa, kemudian masuk kembali pada beberapa pintu tol seperti pintu tol Bekasi Timur, Cibitung 2, atau Cikarang Timur. “Tergantung kepadatan arusnya, kami menyiapkan beberapa pintu tol untuk (jalur) alternatif,” terang Aris.

Terkait persiapan jalur alternatif, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi mengatakan dirinya sudah melakukan pemeriksaan dan hasilnya cukup baik. Meski demikian, dia menyatakan pemeriksaan itu akan kembali dilakukannya dalam waktu dekat ini.

Aris mengungkapkan, tempat peristirahatan juga sudah disiapkan di area jalan tol dan nontol. “Ada juga perbaikan jalan sudah diselesaikan di KM119-KM124. Semalam sudah selesai,” imbuh Aris.

Mengenai pembukaan sebagian jalur tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu, Aris menjelaskan, ada 5,5 kilometer ruas jalan yang bisa diakses kendaraan kecil. Penggunaan jalur tersebut juga hanya berlaku pada satu sisi ruas jalan saja. Makanya polisi akan menyebarkan petugas di ruas jalan itu guna melakukan pengaturan lalu lintas.

“Ini jalurnya masuk ke Cikalong untuk menghindari Cadas Pangeran. Rambu-rambunya belum lengkap tapi bisa dipakai untuk antisipasi kepadatan di Cadas Pangeran. Ada pembatasan kecepatan juga antara 40 sampai 50 kilometer per jam,” tutur Aris sembari menambahkan pihaknya tidak mengimbau kendaraan besar menggunakan jalur tersebut.

Seiring masa angkutan Lebaran 2019 ini, Aris mengingatkan para pengusaha untuk tidak mengoperasikan truk barang di luar pengangkutan bahan pokok dan bahan bakar mineral.

“Sesuai keputusan menteri (angkutan barang) dilarang beroperasi pada 30 Mei sampai 2 Juni 2019. Saat pelaksanaan arus balik, tidak diperkenankan beroperasi pada 8-10 Juni 2019. Di luar masa pembatasan angkutan barang itu juga disarankan kendaraan yang lajunya terbatas akan diberhentikan agar tidak menganggu arus,” terang Aris.



Sumber: Suara Pembaruan