"Mudik Gembira, Enak di Jalan, Selamat Sampai Tujuan..."

Gubernur Jambi Fachrori Umar (kanan) didampingi Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS (kiri) menikmati suasana dalam bus pada pencanangan Angkutan Mudik Lebaran 2019 di Terminal Alam Barajo, Kota Jambi, Selasa 28 Mei 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / JEM Kamis, 30 Mei 2019 | 13:22 WIB

Jambi, Beritasatu.com -  “Ayo kita cobain naik bus ini Pak Gub (Gubernur). Nampaknya enak di dalam. Busnya bagus-bagus,” ajak Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS kepada Gubernur Jambi Fachrori Umar ketika berbincang-bincang di sela-sela pencanangan Angkutan Mudik Terpadu di Terminal Bus Alam Barajo, Kota Jambi, Selasa (28/5/2019) lalu.

Muchlis melihat bus-bus angkutan mudik Lebaran di terminal tersebut tampak bagus-bagus dan ekslusif. Ia pun mengajak Fachrori Umar naik ke dalam satu bus untuk memastikan kenyamanan pelayanan untuk para pemudik.

Praktis ajakan itu disambut gembira oleh Fachrori Umar yang langsung naik ke sebuah bus tujuan Surabaya, Jawa Timur. Sopir bus pun membawa kedua pejabat berkeliling sejenak di terminal.

“Enak juga ya di dalam bus ini. Terasa akslusif sekali karena fasilitas yang full AC sehingga perjalanan mudik pasti terasa nyaman. Cocok ah untuk perjalanan mudik jauh,” kata Fachrori Umar saat turun dari bus.

Ia menilai, bus angkutan Lebaran yang diberangkatkan dari terminal bus Alam Barajo, rata-rata berkualitas dan laik jalan. “Penumpang cukup nyaman dalam bus yang sejuk dan bersih. Mestinya kualitas bus mudik Lebaran seperti ini semua,” katanya.

Selain pengoperasian bus-bus angkutan Lebaran yang berkualitas, kata Fachrori, faktor lain yang perlu diperhatikan yakni soal kualitas dan kesehatan pengemudi serta kondektur bus.

“Pemeriksaan kesehatan pengemudi dan kondektur bus di posko-posko kesehatan yang ada di terminal bus di Jambi harus lebih intensif. Juga tes urine untuk memeriksa adanya penggunaan minuman keras dan narkoba harus ketat. Karena keselamatan perjalanan mudik juga sangat dipengaruhi oleh kesehatan para pengemudi dan kondektur bus,” ujarnya.

Ia meminta para pengemudi bus tidak ugal-ugalan, tidak menjejali bus dengan penumpang yang naik di tengah jalan dan tidak memaksakan diri di perjalanan.

“Kalau merasa lelah, jangan lupa bisa beristirahat di rest area yang sudah disediakan di jalur-jalur mudik,” kata Fachrori.

Pasar Tumpah

Para pengemudi bus mudik Lebaran maupun pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi juga diingatkan untuk mewaspadai jalur-jalur mudik yang rawan kecelakaan lalu lintas, macet, banjir, tanah longsor, jalan rusak, pasar tumpah, dan tindak kriminal.

Ada 59 titik yang diidentfikasi rawan kecelakaan lalu lintas, kemacetan, banjir, longsor dan tindak kriminal. Sementara jalur mudik yang rawan kemacetan dan banjir tersebar di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera wilayah Kabupaten Muarojambi dan Tanjungjabung Barat.

Jalur mudik rawan kemacetan dan jalan rusak ditemukan saat melewati Kabupaten Batanghari-Bungo. Rawan longsor dan banjir di ruas jalan Batanghari-Sarolangun-Merangin-Kerinci-Sumatera Barat.

“Di wilayah Batanghari-Bungo arah Padang, Sumatera Barat, banyak pasar tumpah dan jalan rusak harus diwaspadai. Sering juga banyak ternak sapi dan kambing penduduk masuk ke badan jalan,” kata Fachrori.

Pemudik yang mengalami hambatan dalam perjalanan bisa melapor ke posko pengamanan dan pelayanan mudik terdekat. Pemprov Jambi menyediakan posko pelayanan mudik di 49 lokasi. Juga disiagakan alat-alat berat di jalur mudik rawan longsor, banjir dan jalan rusak.

Untuk memberikan pelayanan mudik gembira dan selamat di daerah itu, seluruh personel pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik Lebaran di Provinsi Jambi diminta siaga 24 jam. Kesiagaan itu penting karena jalur mudik Lebaran di

Jalur mudik dengan moda transportasi darat ke arah Jawa-Sumatera yang melalui wilayah Provinsi Jambi tahun ini diperkirakan meningkat hingga 5%. Hal ini menyusul mahalnya tarif pesawat sehingga pemudik beralih ke transportasi darat yang murah dan nyaman.

Provinsi Jambi sendiri merupakan daerah perlintasan arus mudik Jawa-Sumatera yang sangat padat. Karena itu, guna menjamin keamanan dan keselamatan pemudik di Jambi, pemerintah setempat jauh-jauh hari telah mempersiapkan rencana perjalanan mudik dengan baik.

“Tidak apa-apalah petugas mudik sekali-kali tidak bisa buka puasa bersama, salat tarwih, dan Lebaran bersama keluarga karena sedang menunaikan tugas pengabdian masyarakat. Pengorbanan petugas mudik Lebaran demi keselamatan pemudik tersebut tentunya juga merupakan suatu ibadah,” kata Gubernur Jambi.

Sementara Kapolda Jambi Muchlis AS mengatakan telah mengerahkan kekuatan penuh atau 3.447 personel untuk mengamankan arus mudik dan balik lebaran di wilayah ini. Pasukan itu sudah termasuk bantuan pasukan dari TNI, jajaran dinas perhubungan dan Satpol PP.

“Kami juga akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mengganggu kelancaran, keamanan dan keselamatan mudik dan perayaan lebaran di Jambi. Untuk itu kami juga menyebar penembak jitu di beberapa lokasi rawan tindak criminal di jalur mudik,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan