Airlangga: Jepang Tak Perlu Kuatir dengan Keadaan Politik Indonesia ke Depan

Airlangga: Jepang Tak Perlu Kuatir dengan Keadaan Politik Indonesia ke Depan
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto saat berbicara dalam Forum Masa Depan Asia oleh Nikkei, di Tokyo, Jepang, Kamis (30/5/2019. ( Foto: Ismewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Kamis, 30 Mei 2019 | 21:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemilihan umum (Pemilu) yang berlangsung di Indonesia, 17 April 2019, berlangsung dengan dengan baik. Hal itu sebagai bukti kerja sama yang baik, tidak bermasalah antara agama dan politik di Indonesia.

Hal itu dikatakan Airlangga Hartanto saat berbicara dalam Forum Masa Depan Asia oleh Nikkei, di Tokyo, Jepang, Kamis (30/5/2019) sebagaimana dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com.

Pada Forum Masa Depan Asia ini, semula diagendakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang diundang pihak Nikkei sebagai pembicara, namun JK berhalangan hadir dan digantikan dengan Airlangga Hartarto. Seorang warga Jepang menanyakan soal kemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekitar 55%, apakah tidak bermasalah dengan jalannya pemerintahan Jokowi mendatang.

"Kemenangan Jokowi 55% berarti yang 40-an% kemungkinan akan menentang dan menyulitkan pemerintahan mendatang. Apakah ini tidak ada masalah bagi Indonesia nantinya terutama bagi investor asing ?" tanya warga Jepang, mantan karyawan sebuah perusahaan dagang besar di Jepang.

Airlangga pun menanggapi bahwa tidak ada masalah dengan hasil Pemilu. Pemilu telah selesai maka warga Indonesia semua bersatu kembali membangun bangsa bersama-sama.

Bahkan dukungan kepada Presiden Jokowi dari partai politik dan parlemen sekitar 60% nantinya akan semakin kuat lagi karena tampaknya sekitar 20% tambahan dari anggota parlemen lain sudah bersiap untuk mendukung pula pemerintahan Jokowi di masa depan.

“Sehingga pemerintahan Jokowi pasti akan kuat sekali nantinya. Jadi pengusaha Jepang yang mau berinvestasi di Indonesia, tak perlu kuatir," jelas Airlangga.

Keberadaan Indonesia kini semakin menekankan manufaktur dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. “Manufaktur untuk mengekspor produk lebih banyak lagi dari Indonesia ke berbagai negara seperti mobil ke Vietnam atau ke Thailand dan sebagainya," ungkap Airlangga.