BBKSDA Jabar Evakuasi Macan Tutul yang Terperangkap di Rumah Warga

BBKSDA Jabar Evakuasi Macan Tutul yang Terperangkap di Rumah Warga
Macan tutul. ( Foto: Istimewa / Istimewa )
Adi Marsiela / JEM Senin, 3 Juni 2019 | 10:46 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar) mengevakuasi seekor macan kumbang (Panthera pardus) dari rumah warga di Kampung Cimalingping, Desa Sindangsari, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Sabtu,1 Juni 2019 sore.

Keberadaan macan kumbang itu diketahui warga sejak pagi hari. Video macan yang tengah berlari-lari dikejar warga di sana juga beredar viral di media sosial.

Juru kampanye hutan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar, Dedi Kurniawan memaparkan satwa liar yang dilindungi itu akhirnya terperangkap di rumah warga. “Mungkin akibat habitatnya rusak,” kata Dedi menduga keberadaan macan itu di kawasan pemukiman.

Carnivore (binatang pemakan daging) yang kemudian dijadikan simbol fauna Provinsi Jabar ini diketahui keberadaannya di pemukiman selepas menyerang Juju (perempuan), 60 tahun salah satu warga di sana. Saat itu, Juju berhadapan langsung dengan macan di celah antara rumah dengan rumah. Dalam kondisi terdesak, satwa itu menyerang Juju dan meninggalkannya dengan luka terbuka di kening bagian kanan.

Pascakejadian itu, warga mencari dan mengejar-ngejar macan tersebut sembari membawa kayu dan golok. Macan itu akhirnya terpojok di salah satu rumah. Selepas itu, petugas dari BBKSDA Jabar beserta dokter hewan dari Bandung Zoo membius dan mengevakuasinya ke Bandung sekitar pukul setengah empat sore.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Soreang, Pupung Purnawan mengatakan, macan jantan yang diperkirakan masih remaja itu kondisinya cukup sehat. Namun ada luka di kaki kanan bagian belakangnya. “Diduga karena melompati pagar,” kata Pupung.

Kondisi macan saat itu, ungkap Pupung, tampak stress mengingat banyaknya orang yang mengejar dan ingin melihat dari dekat proses penangkapan. “Kami bersyukur warga tidak menembak atau mematikan satwa dilindungi tersebut,” ujar Pupung.

Selanjutnya, BBKSDA Jabar membawa macan itu ke Bandung Zoo untuk mendapatkan perawatan sesuai dengan konsep kesejahteraan satwa. “Kami titip rawat dulu, setelah pulih akan kami lepas liarkan ke habitat aslinya. Sifatnya juga masih sangat liar,” terang Pupung sembari menambahkan habitat macan kumbang itu cukup banyak di wilayah Jabar.

Terkait asal muasal macan itu, Pupung memperkirakan datang dari wilayah hutan yang berdekatan dengan pemukiman warga di Subang. “Bisa dari kawasan Gunung Tangkuban Parahu atau Gunung Burangrang,” imbuh Pupung. 



Sumber: Suara Pembaruan