Terduga Pelaku Ledakan di Kartasura Sering Tonton Video Aksi ISIS

Terduga Pelaku Ledakan di Kartasura Sering Tonton Video Aksi ISIS
Polisi membawa barang bukti usai penggeledahan rumah pelaku peledakan Pospam Kartasura di dusun Kranggan, Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa dini hari, 4 Juni 2019. ( Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha )
Stefi Thenu / CAH Selasa, 4 Juni 2019 | 07:52 WIB

Kartasura, Beritasatu.com - Tak lama berselang pascapeledakan bom Pospam Lebaran di Kartasura, Tim Densus 88 Antiteror menggeledah rumah terduga pelaku.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, tim Densus menggeledah rumah terduga pelaku bernama Rofik Asharudin alias RA (22), Selasa (4/6/2019) pukul 02.00 dini hari, di Dusun Kranggan, Desa Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo.

Seusai menggeledah, polisi kemudian membawa kedua orangtua Rofik, yaitu Muhtadi dan Sukinem untuk diperiksa lebih lanjut.

Menurut tetangganya, Tumirin (30), terduga pelaku Rofik sebelumnya dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dan aktif dalam berbagai kegiatan di desanya. Namun, pemuda itu berubah sejak meninggalkan desanya sekitar dua tahun lalu. Sampai sekarang, warga setempat tidak tahu kemana perginya Rofik saat itu.

“Ada kabar ke luar Jawa atau kemana gitu, katanya belajar agama, tetapi, anehnya sejak kembali lagi ke desa sini dia jadi malas ke masjid,” kata Tumirin.

Menurut Tumirin, sejak kepulangannya itu Rofik berubah menjadi tertutup dan tidak mau bergaul dengan tetangganya. Rofik bahkan sering menghilang beberapa lama, kemudian pulang lagi.

Munawar (20) teman masa kecil Rofik mengungkapkan, sebulan lalu dia menawarkan pekerjaan kepada Rofik. Namun, Rofik menolak tanpa alasan yang jelas. Munawar juga tidak mengetahui secara pasti alasan yang membuat sikap Rofik berubah drastis.

Perubahan drastis yang dilihatnya, Rofik mulai senang nonton video dokumentasi perang dan aksi-aksi radikal dari ISIS di ponselnya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, terduga pelaku diketahui berinisial RA dan merupakan warga setempat. Rycko mengatakan, pihaknya masih terus mendalami untuk mengungkap jaringan korban yang diduga pelaku peledakan tersebut dari semua bukti yang didapatkan dari olah TKP.



Sumber: Suara Pembaruan