Kebakaran di Tapsel Tewaskan Lima Bocah Kakak Beradik

Kebakaran di Tapsel Tewaskan Lima Bocah Kakak Beradik
Ilustrasi pemadam kebakaran. ( Foto: Antara / Muhammad Iqbal )
Arnold H Sianturi / FMB Minggu, 9 Juni 2019 | 15:26 WIB

Medan, Beritasatu.com - Selama tiga hari, sebanyak sembilan orang warga tewas akibat terbakar dalam peristiwa kebakaran di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kecamatan Sei Berombang, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut).

Berdasarkan informasi yang diperoleh SP, Minggu (9/6/2019), kebakaran sebuah rumah di Kecamatan Angkola Sangkunur, Sabtu (8/6/2019) dini hari, menewaskan lima bocah kakak beradik di Lingkungan III, Kelurahan Rianiate, Angkola Sangkunur.

"Kelima bocah malang itu bernama Fifi Ceria Nursicu Waruwu (10), Fince Ardila Waruwu (7), Firsan Nutrisari Waruwu (7), Firjan Henra Kurniawan Waruruwu (4), dan Firna Indah Melati Waruwu (2)," ujar Kabid Perencanaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel, Hotmatua Rambe.

Hotmatua mengatakan saat kejadian, orang tua korban bernama Yanuari Waruwu bersama istri dan seorang anaknya, sedang mengikuti kegiatan ibadah di luar rumah. Mereka mengetahui kejadian kebakaran setelah pulang ke rumah.

"Mereka selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada Kepala Lingkungan III, Yashoki Mandofa. Lokasi kejadian di Lingkungan III, Kelurahan Rianiate, Angkola Sangkunur sulit dijangkau kendaraan karena jaraknya sekitar lebih 2.000 meter dari jalan umum. Daerah itu juga tidak terjangkau sinyal telepon seluler," jelasnya.

Kebakaran di Labuhan Batu
Secara terpisah, Kepala Kepolisian Resort (Polres) Labuhan Batu, AKBP Frido Situmorang mengatakan, ada empat korban tewas terbakar dalam peristiwa kebakaran puluhan rumah di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Sei Berombang, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (5/6/2019) kemarin.

"Empat korban tewas terbakar itu adalah Zulham Sukri (50), Saham (45), Johanes (20) dan Jensen (9). Korban yang selamat yakni, Jeni, Angel dan Anes. Mereka masih hubungan satu keluarga. Jenazahnya sudah diserahkan kepada keluarganya," ujar Frido Situmorang.

Frido mengatakan, korban tewas ditemukan tim identifikasi dari lokasi kebakaran puluhan rumah itu dalam bentuk tulang - belulang yang sudah gosong. Sebelum diserahkan polisi ke pihak keluarga, jenazah para korban kebakaran itu terlebih dahulu dibawa ke Puskesmas Kota Sei Berombang.

"Hasil penyelidikan sementara, api yang membakar puluhan rumah itu bersumber dari kediaman Zulham (korban tewas). Zulham merupakan pengusaha yang menjual gas elpiji. Namun, penyelidikan untuk mengungkap kebakaran itu masih tetap diselidiki," kata Kapolres Labuhan Batu itu.

Ditambahkan, ada sebanyak 33 rumah yang terbakar, 36 rumah yang rusak, dan 3 rumah dirusak saat melakukan pemadaman. Musibah kebakaran ini mengakibatkan kerugian ditotal mencapai Rp 4,5 miliar.

Menurut Jeni, salah seorang korban selamat dalam musibah kebakaran itu, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.45 WIB. Saat itu, mereka tidur di lantai satu, sementara korban tewas tidur di lantai dua. Mereka sudah menjerit untuk membangunkan orangtuanya. Namun, jeritan itu tidak terdengar.

"Kami melihat kobaran api dari pintu depan, tempat penyimpanan gas. Kobaran api itu sangat besar, kemudian saya bersama nenek dan adik terpaksa menyelamatkan diri melalui pintu belakang rumah. Dari luar rumah, kami juga menjerit untuk membangunkan orangtua. Tetapi, juga tak didengar," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan