Manfaatkan Situasi Lebaran, Empat Napi Rutan Sungaipenuh Kabur

Manfaatkan Situasi Lebaran, Empat Napi Rutan Sungaipenuh Kabur
Ilustrasi tahanan kabur ( Foto: Ist )
Radesman Saragih / CAH Selasa, 11 Juni 2019 | 07:35 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Keramaian rumah tahanan (rutan) Kota Sungaipenuh, Provinsi Jambi saat perayaan Lebaran dimanfaatkan beberapa narapidana (napi) di rutan tersebut untuk melarikan diri. Di tengah kesibukan petugas lapas melayani para pengunjung, empat orang napi di rutan tersebut berhasil kabur atau melarikan diri, Senin (10/6/2019) siang. Keempat napi tersebut berhasil kabur setelah menjebol tembok dan merusak pos pengamanan rutan.

Kapolres Kerinci, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dwi Mulyanto di Kota Sungaipenuh, Kerinci, Jambi, Selasa (11/6/2019) mengatakan, pihaknya masih memburu kempat napi yang kabur dari Rutan Kota Sungaipenuh tersebut. Beberapa orang petugas rutan dan napi rutan tersebut sudah dimintai keterangan.

“Kami telah menerjunkan satuan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kerinci memburu empat orang napi yang kabur dari Rutan Sungaipenuh. Para napi tersebut diperkirakan masih bersembunyi di wilayah Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci. Mencegah napi tersebut kabur ke luar Kota Sungaipenuh dan Kerinci, kami melakukan razia kendaraan Kota Sungaipenuh dan Kerinci – Kota Jambi dan Sumatera Barat,” katanya.

Tiga dari empat napi yang kabur tersebut tersangkut kasus narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba). Mereka adalah Mike Putra Wijaya (36), warga Kota Sungaipenuh, Rahmat Dani (24), warga Kota Sungaipenuh, Syafrizal (37), warga Bagan Siapi-api, Kepulauan Riau. Sedangkan seorang napi terkait kasus jambret, Hemanto Piton (24), warga Kota Sungaipenuh.

Sementara itu, Kepala Rutan Kota Sungaipenuh, Farid, Senin (10/6) mengatakan, pihaknya sudah meminta petugas Rutan Kota Sungaipenuh segera menyebar foto keempat napi yang kabur tersebut.

“Selain itu Rutan Kota Sungaipenuh dan Polres Kerinci juga sudah membentuk tim memburu keempat napi yang kabur dari rutan tersebut. Selain itu beberapa petugas Rutan Kota Sungaipenuh juga sudah dimintai keterangan,” ujar Farid.

Dijelaskan, keempat napi berhasil kabur dari Rutan Kota Sungaipenuh setelah menjebol tembok. Tembok tersebut terhubung dengan saluran air yang berada di antara kamar napi di Blok 4 dengan dapur.

“Setelah berhasil masuk ke dapur, leempat napi masuk ke salah satu pos keamanan lalu merusaknya. Setelah merusak kaca pos keamanan, para napi turun ke tembok bagian belakang pos dengan menggunakan kain sarung dan langsung kabur ke luar rutan,” tambahnya.



Sumber: Suara Pembaruan