Gempa 4,7 SR Guncang Kalimantan Utara Dipicu Sesar Aktif

Gempa 4,7 SR Guncang Kalimantan Utara Dipicu Sesar Aktif
Ilustrasi gempa bumi. ( Foto: Istimewa )
Ari Supriyanti Rikin / CAH Selasa, 11 Juni 2019 | 14:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wilayah Kalimantan Utara diguncang gempa tektonik. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa ini berkekuatan magnitudo (M) 4,7. Gempa yang terjadi pada pukul 13.45.58 Waktu Indonesia Tengah (WITA) ini dipicu aktivitas sesar aktif.

BMKG menyebut, lokasi episenter terletak pada koordinat 2,62 lintang utara dan 117,22 bujur timur, atau tepatnya di darat pada jarak 40 kilometer (km) arah Tenggara Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara pada kedalaman 14 km.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquakes) akibat aktivitas sesar Maratua.

"Struktur sesar ini termasuk sesar aktif yang berarah tenggara-barat laut, yang jalurnya melintas dari Tanjung Mangkalihat hingga daerah Muara Pangean," katanya di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Dalam penjelasan tertulisnya, Daryono menambahkan, dari hasil monitoring BMKG selama ini memang menunjukkan banyak aktivitas gempa kecil di sepanjang jalur sesar ini.

Menurutnya, hasil analisis sumber gempa menunjukkan gempa signifikan ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar geser cenderung ke arah kiri (strike-slip sinistral).

Berdasarkan laporan dari masyarakat, dampak gempa ini berupa guncangan yang dirasakan di daerah Tanjung Selor dan sekitarnya dengan skala intensitas II-III MMI.

"Beberapa warga dilaporkan sempat berlarian ke luar rumah akibat panik dan terkejut karena guncangan yang terjadi secara tiba-tiba," ucapnya.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Sampai dengan pukul 14.30 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kalimantan Utara dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan