Ryamizard Minta Tim Mawar Tidak Diungkit Lagi

Ryamizard Minta Tim Mawar Tidak Diungkit Lagi
Ryamizard Ryacudu ( Foto: ANTARA. / Hendra Nurdiyansyah )
Robertus Wardi / JAS Rabu, 12 Juni 2019 | 17:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu berharap agar masalah Tim Mawar yang melakukan penculikan aktivis tahun 1998 lalu tidak diungkit-ungkit lagi. Keberadaan Tim Mawar adalah bagian sejarah bangsa ini, yang harus ditutup dan tidak perlu dibuka lagi.

“Masalah Tim Mawar, sudahlah jangan dikutak-kutik lagi. Kasian prajurit Kopassus yang sekarang, tidak tahu apa-apa. Mungkin waktu dibentuk Tim Mawar belum lahir kali mereka. Ada yang baru masuk, usia 19 tahun, bingung itu. Apa itu Tim Mawar. Saya minta jangan digitukan lagi,” kata Ryamizard dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Sebagaimana diketahui Tim Mawar disebut-sebut dibentuk oleh mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto. Tim itu bekerja melakukan penculikan dan interogasi terhadap aktivis tahun 1998. Atas pembentukan tim tersebut, Prabowo akhirnya dipecat dari TNI karena dianggap mengambil kebijakan sendiri tanpa sepengetahuan pimpinan.

Ryamizard menjelaskan tim itu sudah selesai. Beberapa pelaku sudah diproses hukum. Kopassus aktif yang ada sekarang tidak terlibat dengan tim tersebut. Bahkan Ryamizard mengaku telah menanyakan satu-satu para prajurit Kopassus soal itu.

“Sudahlah Tim Mawar itu sudah 10 tahun, sudah selesai. Jangan dibawa-bawa lagi. Kopassus aktif enggak ada yang gitu-gituan. Saya sudah tanya satu-satu, enggak ada di sini. Enggak ada yang ikut-ikutan,” tuturnya.

Dia menegaskan tidak baik kalau selalu mengungkit masa lalu. Cara- cara seperti itu hanya membawa anak bangsa tidak berpikir mengenai masa depan. Bangsa ini juga tdak akan maju dan berkembang jika terus berkutat dan saling menjatuhkan dengan mengungkit dosa masa lalu.

“Saya minta sudahlah, jangan dibawa-bawa lagi. Membawa luka lama enggak baik. Itu-itu terus. Ke depan kita bicara yang lain, bagaimana bangsa ini, bagaimana agar tidak ribut, bagaimana tidak ada korban, bagaimana tidak ada kerusuhan. Jangan terjadi kayak kemarin, matilah segala macam. Itu enggak boleh terjadi,” tutup Ryamizard.



Sumber: Suara Pembaruan