Kivlan Kirim Surat Minta Perlindungan, Menhan Mengaku Belum Baca

Kivlan Kirim Surat Minta Perlindungan, Menhan Mengaku Belum Baca
Ryamizard Ryacudu. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / JAS Rabu, 12 Juni 2019 | 18:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku belum membaca surat minta perlindungan dari tersangka kasus permufakatan jahat berupa melakukan pembunuhan berencana Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Dia tidak tahu apakah surat itu ada dan apa maksudnya.

“Saya belum baca. Belum dikasih tahu. Mudah-mudahan surat isinya menyenangkan,” kata Ryamizard dalam konferensi pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Ia menegaskan jika benar ada surat itu dan sudah dibacanya, akan dipelajari apa maksudnya. Dia akan meminta Biro Hukum Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk pelajari isinya.

“Saya akan panggil Kepala Biro Hukum saya, ini bagaimana. Apa yang harus dilakukan. Kalau iya, begini Pak, bagus. Saya lakukan. Tapi kalau jangan Pak, ya saya enggak. Begitu. Tergantung biro hukum saya,” tutur Ryamizard.

Menurutnya, jika surat yang dikirim dalam kapasitasnya sebagai veteran, hal itu akan dilihat. Para veteran memang berada di bawah Kemhan. Namun dilihat bagaimana kasusnya.

“Purnawirawan-purnawirawan ini itu kan ada PPAD (Persatuan Pensiunan TNI Angkatan Darat), PPAL (Persatuan Pensiunan TNI Angkatan Laut), PPAU (Persatuan Pensiunan TNI Angkatan Udara). Jadi kalau veteran itu di bawah Kementerian Pertahanan. Purnawirawan-purnawirawan yang masuk veteran, iya di bawah saya juga. Tapi yang tergabung veteran ya,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, pengacara Kivlan Zen, Muhammad Yuntri mengakui telah mengajukan surat permintaan perlindungan kliennya ke Ryamizard. Kivlan berharap mendapat perlindungan Ryamizard terkait kasus hukum yang sedang menimpanya.

"Iya, iya," kata Yuntri.

Namun dia belum memastikan apalah surat yang dimaksud sudah disampaikan ke Ryamizard atau belum. Sebab, surat tersebut disiapkan timnya, sementara dia sendiri sedang berada di Bandung.

"Tim saya di Jakarta memang lagi persiapkan itu tapi apakah sudah disampaikan atau belum saya tidak tahu," tutur Yuntri.



Sumber: Suara Pembaruan