Proyek BuildERS, Kolaborasi Global Tingkatkan Ketahanan Terhadap Bencana

Proyek BuildERS, Kolaborasi Global Tingkatkan Ketahanan Terhadap Bencana
Center for Sustainable Infrastructure Development. ( Foto: dok )
Yudo Dahono / YUD Kamis, 13 Juni 2019 | 09:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Intensitas jumlah bencana alam yang semakin meningkat, membuat manajemen dan tata kelola penanganan bencana dan pascabencana makin krusial. Ketahanan masyarakat terhadap bencana bergantung pada peran pemerintah dan partisipasi organisasi masyarakat untuk merancang dan menerapkan kebijakan guna menangani serta memitigasi risiko krisis dan kerugian dari bencana. Selain itu perlunya perbaikan perilaku warga baik individu maupun kolektif untuk lebih mempersiapkan diri saat menghadapi bencana.

Guna merespon hal tersebut, pihak Uni Eropa mendanai penelitian ketahanan bencana melalui skema Horizon 2020 dengan proyek inovasi “Building European Communities Resilience and Social Capital" (BuildERS) - Membangun Ketahanan dan Modal Sosial Masyarakat Eropa. Proyek BuildERS adalah kolaborasi riset internasional yang dimulai sejak Mei 2019 hingga 2021 mendatang.

Proyek ini dikoordinasikan oleh Pusat Penelitian Teknis VTT Finlandia dengan melibatkan 17 institusi akademik, pemerintah dan swasta yang berasal dari Eropa, Indonesia, dan Amerika Serikat. Proyek BuildERS diharapkan mampu menghasilkan sistem ketahanan masyarakat terhadap bencana, yang tidak hanya dapat diterapkan di Eropa saja, tetapi juga pada negara-negara lainnya.

Menurut koordinator proyek penelitian Pekka Leviäkangas untuk mengejar ketahanan bencana, tidak hanya diperlukan solusi teknis dan administratif, tetapi juga melalui pemberdayaan komunitas lokal dan masyarakat. Memahami risiko dan kerentanan baru, mencegah dan mengurangi kemungkinan bahaya, memprioritaskan pembangunan kapasitas dan peningkatan kesadaran masyarakat merupakan landasan dari suatu ketahanan sosial. Yang terpenting, terdapat juga urgensi untuk lebih fokus pada segmen yang paling rentan dari masyarakat seperti orang tua, penyandang disabilitas atau warga miskin.

“Selain pentingnya ketahanan infrastruktur, tentu saja, kita juga harus memikirkan manusia - sebagai individu dan sebagai komunitas lokal, yang memegang peranan penting dalam membentuk ketahanan bencana. Ketangguhan masyarakat tergantung pada sumber daya, keterampilan, dan jaringan sosial mereka, di mana modal sosial dan dukungan mereka dalam situasi krisis menjadi amat penting dalam mensukseskan ketahanan terhadap bencana,” terang Pekka melalui rilis, Kamis (13/6/2019).

BuildERS akan mengembangkan serta menerapkan teknologi informasi dan media sosial untuk dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dan membangun modal sosial bersama.

“Diharapkan pemanfaatan teknologi informasi ini dapat digunakan untuk manajemen penanganan pada lokasi bencana, bantuan dan penyelamatan. Melalui aplikasi data jaringan handphone diharapkan dapat secara cepat menghasilkan aksi penanganan bencana yang lebih efektif dan responsif," ujar Mohammed Ali Berawi, Direktur Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) Universitas Indonesia, yang terlibat dalam kegiatan penelitian ini.

Lebih lanjut Ali Berawi berharap pihaknya dapat berkerja sama erat dengan pihak BNPB, BUMN, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat terkait untuk dapat menerapkan sistem ketahanan berbasis teknologi informasi ini.

Jika selama ini banyak beredar berita bohong, hoax atau ujaran kebencian di media sosial maka melalui proyek BuildERS, media sosial diharapkan dapat menjadi alat guna menerapkan sistem ketahanan bencana di masyarakat. Media sosial bisa menjadi alat yang efektif serta responsif saat penanganan bencana.



Sumber: BeritaSatu.com