Kapolri: Polri Tidak Pernah Katakan Kivlan Zen Dalang Kerusuhan
Logo BeritaSatu

Kapolri: Polri Tidak Pernah Katakan Kivlan Zen Dalang Kerusuhan

Kamis, 13 Juni 2019 | 12:18 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / AMA

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan, Polri tidak pernah mengatakan bahwa tersangka Kivlan Zen sebagai dalang kerusuhan massa, di Jakarta, 21-22 Mei 2019 lalu.

"Tolong dikoreksi bahwa dari Polri tidak pernah mengatakan dalang kerusuhan itu adalah Pak Kivlan Zen. Nggak pernah. Yang disampaikan oleh Kadiv Humas pada saat press release di Polhukam adalah kronologi peristiwa di 21-22 Mei, di mana ada dua segmen yakni, aksi damai dan aksi yang sengaja untuk melakukan kerusuhan," ujar Tito Karnavian, di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Tito Karnavian menegaskan, peristiwa kerusuhan massa itu memang diduga kuat sudah direncanakan atau di-setting, karena pelaku sudah menyiapkan barang-barang atau alat yang digunakan untuk melawan aparat.

"Kalau nggak sengaja, kok nggak ada penyampaian pendapat langsung menyerang yang jam setengah 11 malam (22.30 WIB), kok ada bom molotov. Bom molotov itu kan pasti disiapkan, bukan peristiwa spontan pakai batu seadanya. Ini ada bom molotov, panah, parang, ada roket mercon, itu pasti dibeli sebelumnya. Kemudian ada mobil ambulans yang isinya bukan peralatan medis, tapi peralatan kekerasan. Itu berarti memang kalau saya berpendapat peristiwa jam setengah 11 malam dan selanjutnya sudah ada yang menyetting," ungkap Tito Karnavian.

"Tapi tidak menyampaikan itu Pak Kivlan Zen (dalang), hanya disampaikan dalam peristiwa itu ada korban sembilan orang meninggal dunia di samping luka-luka baik dari kelompok perusuh maupun dari petugas. Petugas itu 237 yang terluka, sembilan dirawat satu rahang pecah. Banyak, tapi tidak di-cover," tambahnya.

Tito Karnavan melanjutkan, ada korban luka tembak dalam kerusuhan itu. Pertama, ada peluru masuk dan keluar atau tembus, dan ada luka tembak masuk.

"Kalau luka tembak masuk, keluar, tidak ada proyektil pembuktian lebih sulit. Kecuali ada video, foto dan lain-lain yang menunjukkan tembakan berasal dari mana. Itu pun mungkin tidak bisa dilihat, dibedakan antara apakah itu peluru karet atau peluru tajam. Yang ditemukan proyektil 5,56 milimeter dengan uliran 4 ke kanan dan 9 milimeter. Inilah yang bisa kita telusuri kira-kira pelaku penembakannya siapa," katanya.

Menurut Tito, tim penyidik belum bisa menyimpulkan dari mana asal tembakan karena masih dalam penelitian, uji balistik sejumlah senjata yang ada di TKP.

"Kalau ternyata itu keluar dari salah satu senjata aparat, maka kita akan investigasi apakah sesuai SOP atau pembelaan diri. Pembelaan diri diatur dalam Pasal 49 (KUHP). Kemungkinan korban ini kan ada berasal di Petamburan di mana ada asrama yang kemudian diserang, dibakar. Asrama juga kan ada keluarga di situ, mungkin pembelaan diri atau ada pihak ketiga pihak lain yang melakukan itu," jelasnya.

Tito menambahkan, kemungkinan ada pihak ketiga sangat terbuka, karena Polri sebelum tanggal 21 Mei, sudah mengungkap tiga kelompok yang memiliki senjata ilegal diduga berkaitan dengan peristiwa kerusuhan.

"Pertama empat senjata api di Jawa Barat. Kedua adalah bapak S (Sunarko) yang kirimkan senjata dari Aceh untuk tanggal 22, senjata sudah disita. Ketiga bapak Kivlan Zen, dengan kelompoknya yang memiliki senjata api. Kita tidak tuduh (Kivlan Zen) sebagai dalang, tidak. Tapi dikatakan bahwa ada pihak lain di luar petugas yang juga terindikasi akan gunakan senjata api, dan mungkin ada pihak lain yang kita tidak deteksi menggunakan senjata api," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jaksa Yakin Muljono Tedjokusumo Palsukan Dokumen

Jaksa yakin Muljono Tedjokusumo memalsukan dokumen tanah di Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

NASIONAL | 13 Juni 2019

Muspida Jabar Imbau Warga Pantau Sidang MK di Rumah

Muspida Jabar mengimbau masyarakat tidak berbondong-bondong datang ke Mahkamah Konstitusi di Jakarta guna mengikuti sidang sengketa hasil pemilihan presiden.

NASIONAL | 13 Juni 2019

TNI-Polri Antisipasi Skenario Terburuk Pengamanan Sidang PHPU di MK

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyiapkan skenario terburuk pengamanan sidang PHPU Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

NASIONAL | 13 Juni 2019

Meski Berstatus Resmi, Puluhan TKA Asal Tiongkok Sembunyi Jika Ada Razia Imigrasi

Dari hasil pengecekan tidak ditemukan ada TKA ilegal, terutama asal Tiongkok yang bekerja di proyek PLTU Teluk Sepang tersebut.

NASIONAL | 13 Juni 2019

KPK Sudah Deteksi Aset Sjamsul Nursalim

Identifikasi aset-aset ini dilakukan untuk kebutuhan memulihkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 4,58 triliun.

NASIONAL | 13 Juni 2019

Bank Dunia Beri Pinjaman Rp 1,4 T Untuk Penanganan Sampah Citarum

Program Citarum Harum ini fokus pada penanganan sampah, sedimentasi, dan banjir.

NASIONAL | 13 Juni 2019

Ma'ruf Amin Terima Silsilah Trah Kerajaan Sumedang

KH Maruf Amin terharu dan merasa terhormat atas pengakuan yang diberikan warga Sumedang saat hadiri halalbihalal Rukun Warga Sumedang

NASIONAL | 13 Juni 2019

Polres Palu: Pria Ancam Bunuh Jokowi Diserahkan Keluarga ke Polisi

Untuk status hukum Fahri, tergantung proses pemeriksaan yang dilakukan Polda Metro Jaya.

NASIONAL | 13 Juni 2019

Ketua MK Sebut Alasan Peluang Putusan Sengketa Pilpres Sebelum 28 Juni

Anwar Usman mengatakan bahwa 28 Juni merupakan waktu paling lama MK memutuskan sengketa yang diajukan Prabowo-Sandi.

NASIONAL | 13 Juni 2019

Terduga Teroris yang Diamankan di Kalteng Jadi 34 Orang

Kelompok terduga teroris Jaringan Ansharut Daulah yang diamankan di Kalteng sangat berbahaya, sebab seluruh anggotanya mampu merakit bom berdaya ledak tinggi.

NASIONAL | 13 Juni 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS