Evaluasi Operasi Ketupat, Arus Mudik Berlangsung Baik

Evaluasi Operasi Ketupat, Arus Mudik Berlangsung Baik
Jenderal Tito Karnavian. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / FER Kamis, 13 Juni 2019 | 15:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - TNI-Polri rampung menggelar Operasi Ketupat, terkait pengamanan ramadan dan idulfitri 2019. Hasil evaluasi, pengamanan arus mudik dan balik berlangsung baik, serta harga pangan stabil.

"Hasil evaluasi kita untuk masalah stabilitas harga pangan relatif stabil tidak terjadi inflasi yang berlebihan, relatif normal. Kemudian masalah arus mudik dan arus balik, arus mudik sangat baik sekali," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Dikatakan Tito, arus mudik berlangsung baik karena ditunjang oleh beberapa faktor. Pertama, infrastruktur yang relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Adanya transjawa tol, kemudian juga tol dari Bakauheni sampai dengan Palembang, Sumsel, meski pun ada yang fungsional. Juga kesiapan bandara, pelabuhan, terminal semua bagus. Kedua, adanya rekayasa lalin, ada sistem contra flow, one way dan lain-lain, sesuai dengan dinamika kepadatan lalu lintas.

"Ketiga, waktu arus mudik yang relatif cukup panjang hampir tujuh hari. Sehingga tidak terjadi puncak arus mudik, yang ada gelombang-gelombang arus mudik," ungkap Tito.

Menyoal arus balik, kata Tito, problemnya adalah waktu yang pendek, kurang lebih tiga hari.

"Jadi Rabu dan Kamis lebaran, Jumat memang terjadi kepadatan di beberapa tempat bukan di jalan tol, tapi di jalan provinsi dan jalan kabupaten. Kenapa, karena Jumat masih banyak warga yang ingin pulang kampung, sementara yang kembali ke Jakarta sudah mulai berdatangan ditambah yang bersilaturahmi menuju keluarganya masing-masing di kampung, melewati jalan-jalan. Dan, ada juga liburan ke tempat wisata, ada yang ke pantai kebun binatang dan lain-lain. Itu yang menyebabkan kepadatan di hari Jumat," kata Tito.

"Sabtu dan Minggu itu juga terjadi kepadatan karena waktu pulang yang pendek itu dua hari. Tapi mekanisme yang ada tidak terjadi kepadatan yang sangat sangat luar biasa, di jalan tol relatif lancar, yang ada adalah di jalan provinsi di Nagrek, di daerah Jawa Barat," tambah Tito.

 



Sumber: BeritaSatu.com