Jelang Sidang MK

Ganjar Minta Warga Jateng Tak ke Jakarta

Ganjar Minta Warga Jateng Tak ke Jakarta
Apel pagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk hari pertama setelah cuti dan libur bersama Idulfitri, Senin (10/6/2019) dipimpin langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. ( Foto: Suara Pembaruan / Stefi Thenu )
Stefi Thenu / FER Kamis, 13 Juni 2019 | 19:19 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta masyarakat di daerah ini untuk tidak perlu datang ke Jakarta selama proses persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ndak usah, masyarakat Jateng ndak usah ikut-ikutan ke MK. Nonton TV saja di rumah," pesan Ganjar, di Semarang, Kamis (13/6/2019).

MK akan menggelar sidang gugatan sengketa Pilpres 2019 yang diajukan pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi. Sidang perdana, rencananya akan digelar pada Jumat (14/6/2019) besok.

Ganjar berharap, proses pemeriksaan perkara sengketa di MK tersebut berjalan lancar. Dirinya ingin agar tidak terjadi kegaduhan selama proses persidangan berlangsung dari awal hingga akhir.

"Semoga tidak (ada kerusuhan), makanya kami sekarang mendorong hal itu dengan meluncurkan hastag #kamitidakmaurusuh, dengan satu harapan semua berjalan aman," kata Ganjar.

Ganjar juga berharap, masyarakat Indonesia dapat menerima dan menghormati apapun hasil keputusan dari proses sidang di MK tersebut. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan yang tidak perlu.

"Sudahlah, kita tunggu saja hasilnya nanti. Dulu pak Prabowo sudah komentar bagus, pihaknya akan mengikuti jalur konstitusi dan proses hukum dengan baik. Maka tidak perlu pengerahan massa," tegasnya.

Menurutnya, dengan para elite politik yang bersengketa sudah seperti itu, maka semestinya para follower juga mengikuti. Ia juga meminta para elite politik dapat mengendalikan kekuatan yang ada di bawahnya agar tidak mudah terprovokasi.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto sebelumnya mengatakan, pihaknya akan melakukan pencegahan aliran massa ke Jakarta menjelang sidang putusan gugatan Pilpres 2019 di MK. Ia juga meminta agar para konstestan tidak melakukan pengerahan massa.



Sumber: Suara Pembaruan