4.000 Petugas di Bogor Siaga Antisipasi Mobilisasi Massa ke Jakarta

4.000 Petugas di Bogor Siaga Antisipasi Mobilisasi Massa ke Jakarta
Ilustrasi polisi. ( Foto: BeritaSatu Photo/Danung Arifin )
Vento Saudale / JAS Kamis, 13 Juni 2019 | 20:13 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Sebanyak 4.000 personel gabungan Polri-TNI disiagakan untuk mengantisipasi mobilisasi massa dari luar wilayah Jakarta untuk berunjuk rasa di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang sengketa Pilpres 2019.

Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky menyebut Polres Bogor dan Kodim 0621 Kabupaten Bogor menyiagakan sebanyak 4.000 personel gabungan untuk mengamankan dan mengantisipasi mobilisasi massa menjelang proses persidengan Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta.

"Kalau antisipasi jelas kita sudah ada pasukan yg disiapkan baik dari Polri maupun TNI. Ada sekitar 4.000 personel gabungan yang disiapkan," kata Kapolres Bogor AM Dicky, Kamis (13/6/2019).

Dicky menuturkan, pihaknya pun mengimbau agar masyarakat Kabupaten Bogor tidak datang ke Gedung MK. Ia pun berharap agar masyarakat nantinya juga dapat menerima dan menghormati apapun putusan hasil sidang sengketa Pilpres 2019 tersebut.

"Pada intinya kami imbau agar tidak ada pengerakan massa dari Bogor ke wilayah Jakarta. Masyarakat juga kami imbau menjaga keamanan di Kabupaten Bogor, masalah Pileg dan Pilpres sudah ada yang mengurus, masyarakat menunggu saja apapun hasil dari MK kita hormati dan ikuti," jelasnya.

Sementara, Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol (inf) Harry Eko Sutrisno mengatakan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan Polri untuk mengamankan dan mengantisipasi pergerakan massa dari Bogor yang akan mendatangi Gedung MK Jumat besok.

"Hingga pagi tadi kita belum dengar ada pengerahan massa ke MK dari Bogor. Sebagai penyangga Ibu Kota kita akan bekerja sama dan memberikan imbauan serta meminimalisasi massa agar tidak berangkat ke Jakarta. Sehingga proses sidang dapat berjalan dengan aman, damai dan tertib," ucap Harry.



Sumber: BeritaSatu.com