Selama Arus Mudik, Konsumsi BBM di Jalur Tol Trans Jawa Naik 63%

Selama Arus Mudik, Konsumsi BBM di Jalur Tol Trans Jawa Naik 63%
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, saat melakukan peninjauan ke sejumlah SPBU di jalur tol arus balik wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, Kamis (13/6/2019) dinihari. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Stefi Thenu / FER Kamis, 13 Juni 2019 | 21:55 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Selama arus mudik dan balik Lebaran, konsumsi BBM jenis gasoline di jalur tol Trans Jawa, di Jawa Tengah (Jateng) naik sebesar 63 persen dari 10.433 Kiloliter (KL) per hari pada masa normal menjadi 17.032 KL. Puncaknya pada H+4 atau bertepatan hari Minggu (9/6/2019).

"Peningkatan dengan persentase tertinggi di wilayah Jateng terjadi pada produk Pertamax Turbo dimana pada masa normal sebesar 33 KL per hari namun pada satgas tahun ini meningkat 122 persen menjadi 74 KL perhari", ungkap General Manager Pertamina MOR IV, Iin Febrian, saat halalbihalal dan silaturahmi dengan media, Kamis (13/6/2019).

Sedangkan untuk produk gasoline lainnya yaitu Pertalite dan Pertamax, tambah Iin, masing-masing naik sebesar 17 persen dan 34 persen dari rata-rata harian normal di wilayah Jateng.

Untuk produk LPG, Pertamina MOR IV mencatat kenaikan sebesar 7 persen untuk produk LPG PSO 3 kg dari rata-rata normal sebesar 3.488 Metric Ton (MT) menjadi 3.733 MT di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Sedangkan untuk LPG Non PSO (12 kg dan brightgas series), naik sebesar 1 persen dari rata-rata harian normal.

"Kebutuhan LPG total (PSO dan NPSO) saat arus balik tertinggi terjadi pada H+5 atau di hari senin (10/6/2019), dimana terjadi peningkatan kebutuhan hingga 16 persen yaitu dari rata-rata harian masa non satgas sebesar 3.864 Metric Ton (MT) menjadi 4.500 MT," ujar Iin.

Sementara itu, produk bahan bakar pesawat udara yaitu avtur di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani juga mengalami kenaikan sebesar 2 persen dari rataan harian normal atau meningkat dari 119 Kiloliter (KL) per hari menjadi 121 KL saat satgas ini.

"Namun, penyaluran avtur di bandar udara Adi Soemarmo justru turun sebesar 40 persen dari rata-rata normal sebesar 54 KL menjadi 33 KL saat satgas," ujar Iin.



Sumber: Suara Pembaruan