Sengketa Pilpres

Ulama dan Komunitas Pemuda di Ciamis Tolak Aksi Kerusuhan

Ulama dan Komunitas Pemuda di Ciamis Tolak Aksi Kerusuhan
Sejumlah ulama di Kabupaten Ciamis Jawa Barat dengan tegas menolak aksi kerusuhan terkait sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
/ FER Kamis, 13 Juni 2019 | 22:39 WIB

Ciamis, Beritasatu.com - Sejumlah ulama, pimpinan pondok pesantren dan komunitas pemuda di Kabupaten Ciamis, dengan tegas menolak aksi kerusuhan terkait sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Panjalu, Ustaz H Solihin, mengajak seluruh warga masyarakat Kecamatan Panjalu khususnya untuk menjaga ketertiban, keamanan, kerukunan, ketentraman, dalam hidup beragama dan bermasyarakat.

"Kami menolak dan menentang segala bentuk kerusuhan, kekerasan, dan sejenisnya, termasuk penyebaran hoax. NKRI harga mati,” ujar Solihin dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (13/6/2019).

Ketua MUI Baregbeg Ciamis, H Nana, menyampaikan, pihaknya menolak keras segala bentuk radikalisme dan tindak kekerasan selama pelaksanaan sidang-sidang MK. “Kami berharap, sidang MK berjalan lancar dan damai,” ungkap H Nana.

Hal yang sama juga ditegaskan Pengasuh Pondok Pesantren Al Muawanah Cinangka Rajadesa Ciamis, KH Didi Jubaedi.

“Kami mengimbau kepada warga masyarakat Ciamis, jangan mudah terprovokasi dengan hoax. Terkait hasil Pilpres, kami berharap masyarakat menghargai hasil pemilu dan menyerahkan sepenuhnya sengketa Pilpres pada MK,” ujar Didi.

Sikap serupa juga disuarakan berbagai organisasi masyarakat (Ormas) di Ciamis. Ketua PAC Pemuda Pancasila Rancah Tambak Sari Ciamis, Agus Susilo mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi berita hoax yang mengarah pada kerusuhan.

“Karena yang menanggung akibatnya, yang dirugikan tak lain masyarakat kita juga. Untuk itu jaga keamanan dan kondusifitas di lingkungn masing-masing,” tegas Agus Susilo.

Pimpinan Cabang LSM Gema Anker Ciamis, Ujang Haeruman, juga menyuarakan hal yang sama. “Menolak keras segala bentuk kerusuhan pasca Pilpres 2019, karena kerusuhan itu tidak mencerminkan sistem demokrasi yang sebenarnya,” ucap Ujang.

Kerusuhan, kata Ujang, hanya akan menimbulkan disintegrasi bangsa yang lebih mendalam. “Oleh karena itu, untuk semua elemen-emen yang ada di negara ini, mari saling menghormati demokrasi dan proses-proses yang sedang dilakukan MK,” tandas Ujang.



Sumber: BeritaSatu.com