Presiden Jokowi Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah di Bali

Presiden Jokowi Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah di Bali
Presiden Jokowi mengajak cucunya Jan Ethes berjalan-jalan di sawah di Bali, Jumat 14 Juni 2019. ( Foto: Antara Foto / Hanni Sofia )
I Nyoman Mardika / FER Jumat, 14 Juni 2019 | 21:10 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi), membagikan 3.000 sertifikat tanah untuk rakyat di Desa Taman Bali Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, Jumat (16/4/2019).

Dalam kunjungan kerjanya selama dua di Bali, Jokowi dijadwalkan membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019 yang diringi dengan pawai seni dan budaya melibatkan ribuan seniman se-Bali dan peserta dari tujuh negara, Sabtu (15/4/2019).

"Berbahagia saya bisa serahkan kembali 3.000 sertifikat," kata Jokowi yang kemudian meminta para penerima sertifikat untuk mengangkat sertifikat tanah miliknya tinggi-tinggi.

Presiden Jokowi mengatakan, di seluruh Indonesia seharusnya 126 juta bidang tanah telah tersertifikasi. Namun, hingga 2014 baru sebanyak 46 juta  bidang tanah yang telah tersertifikasi. Sehingga, masih kurang 80 juta bidang tanah di seluruh Tanah Air.

"Setahun di seluruh Indonesia, biasanya keluar sertifikat tanah hanya 500.000 hingga 600.000. Artinya, kalau mau pegang sertifikat tunggu 156 tahun bapak ibu harus tunggu. Oleh karena itu, di tahun 2015 saya sampaikan ke Pak Menteri ATR, saya minta bukan 500.000. Tinggal hitung perkirakan tahun 2025 itu seluruh sertifikat 80 juta bisa dipegang masyarakat," kata Jokowi.

Jokowi menyatakan, patut bersyukur bahwa Provinsi Bali menjadi provinsi pertama dimana seluruh tanahnya telah tersertifikasi tahun ini. Pasalnya, sertifikat tanah dinilai sangat penting karena selama ini problem yang selalu dihadapi dan dilaporkan ke dirinya adalah terkait sengketa dan konflik tanah.

"Oleh karena itu yang namanya sertifikat tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki penting sekali untuk dinginkan suasana di daerah agar enggak ada lagi sengketa," kata Jokowi sambil berpesan kepada penerima sertifikat agar surat berharga tersebut disimpan dengan baik dan difotokopi.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Sofyan Djalil, mengatakan, di Bali sampai saat ini jumlah tanah yang ada 1,8 juta bidang. Adapun bidang tanah yang sudah diselesaikan sertifikasinya hingga 2018 sebanyak 83 persen. Dengan begitu, masih ada 180.000 bidang tanah yang harus selesaikan.

"Bali merupakan yang pertama di mana seluruh bidang tanahnya bersertifikat. Sampai saat ini, dari 147.000 yang harus kami selesaikan, sudah 66.000 bidang tanah yang sudah disertifikatkan,” kata Sofyan Djalil.

Menurut Sofyan Djalil, 3.000 penerima sertifikat tersebut mewakili 4.186 sertifikat tanah yang diterbitkan. "Mudah-mudahan sertifikat tanah ini menjadi bekal bermanfaat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga," pungkas Sofyan Djalil.





Sumber: Suara Pembaruan