Unesco Tetapkan Wilayah Samota sebagai Cagar Biosfer

Unesco Tetapkan Wilayah Samota sebagai Cagar Biosfer
Air terjun Mata Jitu di Pulau Moyo. ( Foto: Twitter )
/ FER Jumat, 14 Juni 2019 | 21:45 WIB

Mataram, Beritasatu.com - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) akan meresmikan wilayah Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora (Samota) yang berlokasi di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai cagar biosfer.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, mengatakan, peresmian wilayah Samota sebagai cagar biosfer akan dilakukan dalam agenda pertemuan Dewan Koordinasi Internasional Manusia, dan Program Biosfer, UNESCO atau The International Coordinating Council Of The Man And The Biosphere Programme di Paris, Prancis pada 17-21 Juni 2019.

"Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama dengan Pemerintah Kabupaten Dompu, Sumbawa dan Bima menyambut baik penghargaan dan amanah yang diberikan oleh PBB-UNESCO tersebut," ujar Najamuddin Amy, di Mataram, Jumat (16/4/2019).

Najamuddin menyampaikan, dalam pertemuan di Paris, Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama jajaran Pemprov NTB akan menghadiri agenda tersebut. Kehadiran wakil Pemprov NTB di acara ini akan menjadi bukti komitmen dan apresiasi Pemprov NTB atas penetapan wilayah ini sebagai cagar biosfer.

Najamuddin menilai, keberhasilan yang dicapai dalam mendorong penetapan Samota sebagai cagar biosfer ini merupakan buah dukungan beberapa pihak. Antara lain, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Komite Program Nasional MAB chapter Indonesia, jajaran Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemkab Dompu, Bima, dan Sumbawa.

"Tidak lupa pula komunitas lokal dan berbagai elemen masyarakat dan individu di tiga wilayah tersebut," ucap Najamuddin.

Najamuddin menambahkan, dengan dideklarasikannya Samota sebagai cagar biosfer, akan memberikan manfaat kepada NTB dalam rangka melindungi sumber alam dan mempercepat kesejahteraan ekonomi dan sosial di dalam provinsi tersebut.

"Rinjani dan Samota akan menjadi tuan rumah 13rd South East Biosphere Reserve Network tahun depan. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB dengan mendatangkan pengunjung dan juga upaya memperbaiki kondisi di daerah," jelas Najamuddin.



Sumber: ANTARA