PBNU: Yang Menolak Pancasila Mencapai 23 Persen
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBNU: Yang Menolak Pancasila Mencapai 23 Persen

Jumat, 14 Juni 2019 | 22:12 WIB
Oleh : Robertus Wardi / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengungkapkan ada sekitar 23 persen penduduk Indonesia saat ini yang menolak kehadiran ideologi Pancasila. Sementara sembilan persen penduduk Indonesia setuju menggunakan kekerasan untuk mendirikan negara khilafah.

"Artinya apa? Artinya jelas sekali tantangan jelas nyata hadir. Mereka ingin mentransfer atau mengambil apa yang terjadi di Timur Tengah Arab Spring dibawa ke sini (Indonesia, Red)," kata Said setelah menerima Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (14/6/2019).


Ia menyebut angka yang berada berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ‎Wakil Ketua Umum PBNU Robikin Emhas. Data itu adalah kondisi masyarakat Indonesia saat ini.

Hasil penelitian menyebutkan yang menolak Pancasila berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMN, pelajar dan masyarakat umum.

Said Aqil menyayangkan adanya kelompok masyarakat yang menolak Pancasila tersebut. Pasalnya, kebanyakan negara di Timur Tengah sangat kagum dengan Pancasila yang dimiliki Indonesia. Mereka melihat Indonesia terdiri atas ratusan suku, agama, ras (Sara), ‎bahasa, budaya dan adat-istiadat, namun hebatnya Indonesia tetap satu.

Sementara di Timur Tengah, bahasa satu yaitu Arab, agama satu yaitu Islam, budaya juga sama yaitu budaya Arab, namun semuanya tidak bersatu. Sejumlah negara Arab pecah berkeping-keping dan terlibat dalam konflik serta perang agama yang tidak berkesudahan.

"Setiap ada tamu seperti dari Mesir, Suriah, Libanon, Iran, mereka kesini ingin mereka mendambakan ingin seperti Indonesia. Bisa mengatasi perbedaan, bisa bersatu dalam berbagai ragam yang di Timur Tengah sulit sekali hal itu. Bahasa sama, bangsa-bangsanya Arab, negaranya banyak, bahasanya sama, satu bahasa Arab, tapi perang terus. Di kita, bangsanya macam-macam bisa bersatu, sementara mereka kagun dengan kita. Eh di antara kita di sini malah kagum dengan gerakan-gerakan," jelas Said.

Dalam pengamatan PBNU, gerakan menolak Pancasila di satu sisi dan gerakan mendirikan negara khilafah di sisi lain, dilakukan secara secara sistematis dan terencana. Di belakang gerakan itu, ada yang mengatur, merencanakan, dan membiayai.
‎"Ini by design, pasti. Bukan mendadak, bukan ujug-ujug.‎ Sistem ada, dana ada dan latihan ada. Ini gimana cara ngadepinnya? Tidak mungkin tentara sendirian, tidak mungkin polisi sendiri, harus sama-sama dengan kekuatan masyarakat terutama yang jelas NU. Yang lain juga silakan," tutur Said.

Dia juga menyebut hampir semua universitas yang ada saat ini terpapar paham radikalisme. Di kampus-kampus besar seperti UI, UGM, ITB, IPB, UNIP, ITS sudah terpengaruh paham radikal tersebut. Hal itu karena di kampus-kampus tersebut sudah masuk kelompok yang namanya tarbiyah. Dalam kelompok ini, mereka memperdalam dan mengkaji pemikiran Ikhwanul Muslimin yang berkembang di Mesir.

"Kecuali Universitas NU, enggak ada itu radikalisme. Nah‎ itu nanti mahasiswa dapat bekal seperti itu, kalau lulus jadi pejabat, baik di pemerintahan, BUMN. Makanya kalau kita lihat di berbagai pemerintah atau kantor BUMN terlihat aneh. Ya karena sudah ada tarabiyah itu," tutup Said.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Perkembangan Covid-19 Jadi Pertimbangan Penetapan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Penetapan libur nasional dan cuti bersama tetap memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia.

NASIONAL | 22 September 2021

Bertemu Presiden Jokowi, Peternak Ayam Adukan Berbagai Masalah

Para peternak ayam mengadukan beberapa masalah mulai dari persaingan dengan korporasi perusahaan hingga tingginya bahan pakan ayam kepada Presiden Jokowi.

NASIONAL | 22 September 2021

Pembangunan PLBN Jagoi Babang Rampung Juli 2022

Pemerintah menargetkan pembangunan PLBN Jagoi Babang di Kalimantan Barat rampung pada Juli 2022.

NASIONAL | 22 September 2021

Grobogan Siap Suplai Kebutuhan Jagung Peternak

Pada bulan September dan Oktober ini, produksi jagung di Kabupaten Grobogan mencapai 170 ribu ton.

NASIONAL | 22 September 2021

Program Pemberdayaan SAD dari Unja Harus Diserap Forum Multipihak

Pemberdayaan suku anak dalam (SAD) sangat kompleks, sehingga perlu melibatkan banyak pihak (multipihak) dalam penanganannya.

NASIONAL | 22 September 2021

Penggunaan PeduliLindungi di Bandara AP II Tembus 1 Juta

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi di bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II telah menembus 1 juta.

NASIONAL | 22 September 2021


Komisi II DPR Setujui Pagu Anggaran Kemdagri 2022 Rp 3,03 T

Dalam rapat kerja dengan Mendagri, Komisi II DPR menyetujui pagu anggaran Kemdagri tahun 2022 sebesar Rp 3,03 triliun.

NASIONAL | 22 September 2021

Bupati Kolaka Timur Bersama 5 Staf Diperiksa KPK

upati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Merya Nur, diperiksa KPK di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra bersama lima anak buah.

NASIONAL | 22 September 2021

Pantau Vaksinasi di Jambi, Nadiem Makarim: Penuntasan Vaksinasi PTK Jadi Fokus Kemdibudristek

Mendikbudristek mengatakan, penuntasan vaksinasi bagi PTK menjadi fokus Kemdikbudristek dan Kemkes dalam menghadirkan sekolah yang aman dan nyaman.

NASIONAL | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Wagub DKI Minta Warga Disiplin Jalankan Prokes

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Wagub DKI Minta Warga Disiplin Jalankan Prokes

MEGAPOLITAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings