Dasar Sungai Brantas Turun 5-10 Meter Akibat Penambangan Liar
Logo BeritaSatu

Dasar Sungai Brantas Turun 5-10 Meter Akibat Penambangan Liar

Minggu, 16 Juni 2019 | 06:24 WIB
Oleh : JAS

Tulungagung, Beritasatu.com - Dasar Sungai Brantas yang membentang mulai Blitar hingga Tulungagung, Jawa Timur, mengalami penurunan antara 5-10 meter selama kurun dua tahun terakhir akibat aktivitas penambangan pasir ilegal/liar yang berlangsung masif di wilayah tersebut.

"Aktivitas penambangan telah merusak kontur sungai sangat parah karena berlangsung sangat masif dan terus-menerus," kata Kepala Sub Divisi I/3 Perum Jasa Tirta I Wonorejo Hadi Witoyo di Tulungagung, Sabtu (15/6/2019).

Ia tak menyebut spesifik titik-titik mana yang mengalami penurunan. Menurut penjelasan Hadi Witoyo, penurunan dasar sungai rata-rata di kisaran tujuh meter.

Namun kondisi paling parah diyakini terjadi setidaknya di 15 titik konsentrasi galian tambang pasir liar di wilayah Ngantru, terutama timur Jembatan Ngujang, Ngunut dan Rejotangan.

"Padahal minimal setahun sekali kami sudah lakukan flushing (penggelontoran) pintu air Bendung Jegu dan Lodaya di Blitar sebagai upaya menormalisasi dasar sungai. Tapi tetap saja dasar sungai turun karena aktivitas penambangan memang sangat masif," ujarnya.

Aktivitas penambangan pasir di tiga daerah ini, khususnya Ngantru memang nyaris tidak terkendali.

Selama lebih dari tiga tahun, aktivitas penambangan pasir ilegal atau luar itu dilakukan terbuka tanpa sekalipun tersentuh penindakan aparat, baik kepolisian maupun Satpol PP Jatim.

Volume pasir yang ditambang setiap hari diperkirakan lebih 300 ritase (asumsi 100-an truk dengan frekuensi pengangkutan sehari tiga kali) dengan masing-masing pengangkutan mencapai rata-rata 5-7 kubik.

"Volume yang ditambang bisa dihitung sendiri kalau dengan gambaran kasar seperti itu," ujarnya.

Hadi Witoyo enggan menyebut nilai kerugian negara yang diakibatkan penambangan pasir liar tersebut.

Namun dengan asumsi per ritase dump truck harga jual mencapai Rp 600.000 (harga terendah untuk jarak pendek), maka dalam sehari omzet pasir yang diperjualbelikan bisa mencapai Rp 180 juta atau dalam sepekan bisa tembus kerugian sekitar Rp 1,26 miliar.

"Angka riil (kerugian) bisa jadi jauh lebih besar dibanding perkiraan," katanya.

Atas dasar kondisi sungai Brantas yang semakin buruk itulah, Perum Jasa Tirta selaku pengelola DaS Brantas mulai aktif melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan dini masalah penambangan pasir liar di sepanjang Sungai Brantas.

Salah satunya, lanjut dia, yakni dengan melakukan sosialisasi dan pemasangan tanda peringatan bahwa semua jenis penambangan material tanah, batu, sirtu maupun tanah urug tanpa disertai izin yang sah dilarang oleh negara dan diancam hukuman maksimal 10 tahun atau denda maksimal Rp 10 miliar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Longsor Putuskan Trans Sulawesi-Palu-Gorontalo

Longsor yang terjadi di Palasa, Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menyebabkan arus lalu lintas Palu-Gorontalo-Manado, dan sebaliknya terhenti total.

NASIONAL | 15 Juni 2019

Bacakan Perbaikan Permohonan, Tim Hukum Prabowo Dinilai Langgar Hukum Acara

Tim hukum Prabowo-Sandi dinilai telah melanggar hukum acara Mahkamah Konstitusi (MK) saat membacakan perbaikan permohonan dalam sidang perdana PHPU

NASIONAL | 15 Juni 2019

Selasa, Bawaslu Tentukan Sikap Atas Perbaikan Permohonan Prabowo-Sandi

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menyatakan, pihaknya akan menentukan sikap atas perbaikan permohonan PHPU Pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi Selasa depan

NASIONAL | 15 Juni 2019

Diapresiasi, Pernyataan Ketua MK untuk Tepis Tudingan Kuasa Hukum Prabowo-Sandi

Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Universitas Jember Bayu Dwi Anggono mengapresiasi pernyataan Ketua Majelis Hakim MK

NASIONAL | 15 Juni 2019

Relawan Berjuang Bantu Korban Banjir di Konawe Utara

Relawan harus berjuang hingga mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk pergi-pulang, guna membawa bantuan logistik ke daerah terdampak banjir di Konawe Utara.

NASIONAL | 15 Juni 2019

Sebut Banyak Pelanggaran dalam Gugatan Prabowo, KPU: Kok Tidak Lapor Bawaslu

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari mengaku aneh dengan perbaikan permohonan sengketa PHPU Pilpres Prabowo-Sandi

NASIONAL | 14 Juni 2019

PBNU: Yang Menolak Pancasila Mencapai 23 Persen

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengungkapkan ada sekitar 23 persen penduduk Indonesia saat ini yang menolak kehadiran Pancasila

NASIONAL | 14 Juni 2019

Penanganan PHPU, KIP Sebut MK Lembaga yang Sangat Terbuka

Komisioner KIP Romanus Ndau Lendong menyebutkan bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan lembaga yang sangat terbuka.

NASIONAL | 15 Juni 2019

Pemkot Samarinda Perpanjang Status Darurat Banjir

Pemkot Samarinda memperpanjang masa status tanggap darurat banjir hingga sepekan ke depan.

NASIONAL | 15 Juni 2019

KM Nusa Kenari Tenggelam Diduga Karena Kelebihan Muatan

KM Nusa Kenari tenggelam di perairan laut Tanjung Margeta, Alor, NTT pada Sabtu (15/6/2019).

NASIONAL | 15 Juni 2019


TAG POPULER

# Varian Delta


# Olimpiade Tokyo


# Bupati Seram Bagian Barat Meninggal


# Vaksinasi Covid-19


# Update Covid-19



TERKINI

IHSG Diproyeksikan Menguat, Simak 4 Saham Ini

EKONOMI | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS