Pondok Gontor Gandeng Bukalapak Dorong Ekonomi Digital

Pondok Gontor Gandeng Bukalapak Dorong Ekonomi Digital
Ketua Umum Forum Bisnis Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Agus Maulana, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, dan CEO & Founder Bukalapak Achmad Zaky saat acara Forbis IKPM Gontor Expo di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Sabtu (15/6/2019). ( Foto: Istimewa )
Amrozi Amenan / JAS Minggu, 16 Juni 2019 | 09:41 WIB

Ponorogo, Beritasatu.com - Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur berkolaborasi dengan Bukalapak untuk membangun ekonomi umat yang berbasis digital.

Ketua Umum Forum Bisnis Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Agus Maulana mengatakan kolaborasi dengan Bukalapak untuk mewujudkan komitmen membangun ekonomi digital lewat UMKM dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU).

Adapun ruang lingkup dari kerja sama ini antara lain adalah pelatihan kewirausahaan digital untuk UMKM binaan pesantren, pelaku usaha alumni Gontor, pemasaran produk digital para pemangku kepentingan pesantren melalui aplikasi Bukalapak, serta penggunaan teknologi e-ticketing untuk penghimpunan dana zakat, infak, dan kegiatan amal lainnya.

"Ini adalah era kolaborasi. Semakin kita sering bersinergi, insyaallah tujuan kita membangun ekonomi umat akan cepat tercapai,” kata Agus di sela acara Forbis IKPM Gontor Expo di Ponorogo, Sabtu (15/6/2019).

Menurut Agus acara Forbis IKPM Gontor Expo merupakan kegiatan tahunan dan tahun ini memasuki tahun ketiga. Acara yang dihadiri 1.000 orang peserta meliputi pesantren, pelaku UMKM dan masyarakat sekitar itu dirancang untuk membangun kekuatan ekonomi umat yang berbasis digital.

Acara berlangsung pada 13-17 Juni 2019 dan dikemas dalam bentuk pameran produk pengusaha alumni Gontor, business matching, kompetisi Imla, hingga workshop digital.

"Pelatihan digital kami fokuskan untuk kegiatan bisnis UMKM dan kami bekerja sama dengan perusahaan rintisan yang didirikan anak bangsa seperti Bukalapak untuk memberikan pelatihan digital bagi fundraising dan praktik bisnis UMKM," papar Agus.

Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky pada sesi “Inspirational Talks dan Pelatihan Kebangkitan” menyatakan keberanian untuk memulai, penetapan tujuan yang jelas, dan tidak pernah cepat merasa puas adalah kunci sukses membangun bisnis.

Dia juga berbagi pengalamannya selama merintis bisnisnya dan memotivasi pelaku usaha UMKM yang hadir. “Menjadikan diri kita bermanfaat bagi banyak orang juga memacu saya untuk terus maju, walau sempat jatuh bangun memulai semuanya dari nol,” kata Zaky.

Ia menegaskan kembali misinya untuk membantu kalangan UMKM meningkatkan bisnisnya lewat berbagai fitur. Menurut dia, saat ini tercatat 65 persen pengguna internet ada di Pulau Jawa. Namun sejauh ini, baru 6,4 persen UMKM yang goes digital.

“Kami yakin UMKM di Jawa Timur yang jumlahnya mencapai lebih dari 6 juta unit dapat terus mengembangkan volume bisnisnya,” tandasnya.

Menurut Zaky, saat ini pelaku UMKM di Jatim yang terdaftar sebagai pelapak di Bukalapak jumlahnya hampir 700.000 orang, terbanyak ketiga dari seluruh wilayah di Indonesia.

“Kami juga rutin berkomunikasi dengan hampir 1.000 orang anggota komunitas aktif. Saya yakin angka ini akan terus bertambah. Sudah saatnya produk UMKM semakin memperluas pasarnya lewat platform jual beli online," ujarnya.

Zaky menambahkan, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk membangkitkan kekuatan ekonomi umat.

"Kita harus meyakini bahwa jutaan pengusaha digital baru akan tercipta. Ini kesempatan baik bagi kita untuk bergandengan tangan, bersama-sama membangun ekonomi umat," tuturnya.



Sumber: BeritaSatu.com