Penambangan Minyak Ilegal, Polda Jambi Selidiki Keterlibatan Oknum Aparat

Penambangan Minyak Ilegal, Polda Jambi Selidiki Keterlibatan Oknum Aparat
Gubernur Jambi, Fachrori Umar (depan) ketika masih menjabat Wakil Gubernur Jambi, Desember 2017, memasang garis polisi untuk menutup 10 unit sumur minyak ilegal di Desa Pompa Air, Bajubang, Batanghari, Jambi. ( Foto: Beritasatu Photo / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / WBP Minggu, 16 Juni 2019 | 20:47 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Keterlibatan oknum aparat keamanan dan pemerintah diduga menjadi penyebab utama maraknya illegal drilling (penambangan minyak ilegal) di Kecamatan Bajubang, Kabupaten, Batanghari, Provinsi Jambi. Dugaan itu muncul karena hingga kini masih banyak ditemukan praktik itu. Padahal penutupan illegal drilling di daerah itu sudah beberapa kali dilakukan Pemeintah Provinsi (Pemprov) Jambi selama dua tahun terakhir.

Rendy (40), warga Desa Pintu Air, Kecamatan Bajuang, Batanghari di Jambi, Minggu (16/6/2019) menjelaskan, dalam dua tahun terakhir sudah dua kali dilakukan penutupan illegal drilling di sekitar desa mereka akibat terjadinya kebakaran di lokasi illegal drilling. Namun tak lama berselang usaha itu kembali terjadi.

“Illegal drilling sulit diberantas karena warga desa menduga ada oknum-oknum aparat keamanan yang melindungi praktik tersebut. Warga desa tidak berani melaporkan keterlibatan oknum aparat. Sementara aparat pemerintah desa juga tak pernah melaporkan kasus tersebut,” kata Rendy.

Sementara Kapolda Jambi Irjen Polisi Muchlis AS di Jambi, Sabtu (15/6/2019) menegaskan, pihaknya akan menindak tegas oknum-oknum aparat yang terlibat praktik illegal drilling di Kabupaten Batanghari. Penegasan itu disampaikan menyusul terjadinya kembali kebakaran di lokasi illegal drilling di Desa Pintu Air, Kecamatan Bajubang, pekan lalu.

“Polda Jambi sudah menerjunkan tim menyelidiki keterlibatan oknum aparat keamanan dalam praktik pengeboran minyak ilegal tersebut. Jika terbukti, khususnya anggota Polri akan kami tindak tegas,” kata Muchlis AS.

Mengenai kebakaran lokasi illegal drilling di Desa Pompa Air, Bajubang, Batanghari pekan lalu, Muchlis AS mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim Ditrektorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Hasil penyelidikan sementara, Tim Ditreskrimsus Polda Jambi belum menemukan pekerja dan cukong illegal drilling. Namun tim mengamankan seorang warga sekitar yang terbukti memiliki senjata api. Orang tersebut diduga ada kaitan dengan praktik illegal drilling tersebut,” kata Muchlis AS.

Dijelaskan, orang yang diamankan di sekitar lokasi illegal drilling tersebut, Wahyudi Efendi alias Yudi (26), warga RT 01 Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Wahyudi diamankan ketika Tim Ditreskrimsus Polda Jambi melakukan mapping (pemetaan) lokasi-lokasi illegal drilling di Kecamatan Bajubang, Batanghari, Jumat (14/6/2019).

Mengenai masih banyaknya lokasi illegal drilling di Batanghari, Muchlis AS mengatakan, seluruh lokasi harus ditutup karena sudah dibahas dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). “Kami berharap pemerintah pusat maupun daerah segera menutup sumur minyak ilegal di Jambi, teruutama di Batanghari. Penutupan sumur-sumur minyak illegal tersebut sudah disampikan ke Kementerian ESDM,” kata Muchlis AS.

Sementara informasi yang dihimpun di lapangan, lokasi illegal drilling di Provinsi Jambi tidak lagi tersebar di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Batanghari. Kini semakin meluas ke Simpang Pete hingga Desa Mekar Sari dan Ness, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Praktik tersebut merusak kebun karet dan kelapa sawit karena sebagian lokasi berada persis di tengah kebun karet dan kelapa sawit.

Catatan SP, penutupan sumur-sumur minyak ilegal yang selama ini menjadi lokasi illegal drilling di Kecamatan Bajubang sudah sering dilakukan. Selama tahun 2017, Pemprov Jambi menutup 50 sumur minyak ilegal di Desa Pompa Air. Penutupan sumur dilakukan menyusul terjadinya beberapa kali kebakaran.

Kemudian Polda Jambi sudah menangkap 18 orang pelaku illegal drilling di Provinsi Jambi selama 2017 - 2018. Para pelaku diamankan dari lokasi di Kabupaten Batanghari, Merangin dan Sarolangun. Beberapa orang pelaku itu sudah diadili.



Sumber: Suara Pembaruan