Polisi: Kecelakaan Bus di Cipali Disebabkan Penumpang Serang Sopir

Polisi: Kecelakaan Bus di Cipali Disebabkan Penumpang Serang Sopir
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. ( Foto: Antara )
Vento Saudale / YUD Senin, 17 Juni 2019 | 16:03 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Polda Jabar menyebut terjadi perselisihan antara penumpang dengan sopir bus Safari Dharma H 1469 CB Heruman Taman (59) sebelum terjadi kecelakaan yang menewaskan 12 orang meninggal di KM 151 Tol Cipali, Senin (17/6/2019) dini hari.

Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi sementara, seorang penumpang bus berinisial AM (29) asal Cirebon berpotensi sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu menuturkan, AM itu diduga telah menyerang pengemudi Heruman saat mengemudi bus Safari Dharma dari Jakarta menuju Cirebon.

“Berdasarkan keterangan saksi AM memaksa sopir untuk berhenti dengan cara mengambil alih paksa kemudi. Terjadilah perdebatan dengan pengemudi sehingga sopir hilang kendali ke kanan selanjutnya bus menyeberang dan terjadilah kecelakaan,” kata Truno, Senin (17/6/2019) siang.

Kata Truno, dugaan penyerangan oleh seorang penumpang bus diperoleh polisi setelah pemeriksaan satu saksi penting WN yang turut menumpang dalam bus naas tersebut.

“Keterangan saksi berinisial WN itu, sementara ini menggugurkan dugaan awal penyebab kecelakaan yang diakibatkan pengemudi bus mengantuk,” papar Truno.

Saksi WN juga menyebut, AM menyerang ketika pengemudi Heruman tengah melakukan percakapan telepon dengan kernet bus. Dalam insiden itu, AM yang diketahui bekerja sebagai petugas keamanan di Jakarta ini disebut Saksi WN, berupaya mengambil alih kemudi bus.

Perselisihan antara penumpang dengan sopir itu menyebabkan bus yang melaju dari Jakarta menuju Solo tersebut menyimpang keluar jalur dan menyeberang ke jalur tol berlawanan. Setidaknya empat kendaraan terlibat dalam kecelakaan itu, masing-masing Bus Safari Dharma Raya, dua mobil pribadi dan satu truk pengangkut ayam.

Truno memastikan, polisi akan terus mendalami kejadian itu lebih lanjut. Dia juga menyebut, kecelakaan itu telah menyebabkan 12 orang tewas, masing-masing enam orang penumpang Mitsubishi Xpander, tiga orang penumpang Toyota Innova, dan tiga penumpang bus.

"Supir bus termasuk korban meninggal dunia," tambah Truno.



Sumber: BeritaSatu.com