Budiman Sudjatmiko: Semburan Dusta Picu Daya Rusak Dahsyat

Budiman Sudjatmiko: Semburan Dusta Picu Daya Rusak Dahsyat
Ahli neuro sains dari Tokyo University Hospital, Dr Ryu Hasan (kiri), dan Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko menjadi nara sumber dalam diskusi terbatas di Jakarta, Minggu 16 Juni 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. )
Carlos KY Paath / FER Senin, 17 Juni 2019 | 18:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Semburan dusta atau firehose of falsehood dapat memicu daya rusak yang dahsyat. Maraknya informasi bohong di Indonesia kian mengkhawatirkan. Karenanya, hal tersebut dinilai perlu diantisipasi.

Menurut Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko, sumber daya manusia (SDM) yang mampu membangun kapasitas kognisi dan kecerdasan emosional perlu disiapkan. Salah satu tujuannya yaitu untuk menjinakkan semburan dusta.

Budiman menyatakan, semburan dusta tidak boleh dianggap remeh. Sebab jumlah sebarannya tidak terhingga. Selain, semburan dusta juga bisa disebarkan pihak manapun dengan menggunakan berbagai saluran.

"Sebagai bekal menghadapi Revolusi 4.0, Inovator 4.0 Indonesia siap mengerahkan orang-orang Indonesia di dalam dan luar negeri yang paham tentang hal ini,” kata Budiman dalam keterangan kepada Beritasatu.com, Senin (17/6/2019).

Inovator 4.0 Indonesia sendiri telah menggelar Big Questions Forum Inovator 4.0 Indonesia bertajuk 'Kecerdasan Buatan dan Biopolitik; Membangun Masyarakat Kebal Semburan Dusta' di Jakarta, Minggu (16/6/2019).

Hadir sebagai narasumber yaitu ahli neuro sains dari Tokyo University Hospital, DR Ryu Hasan, Kandidat Doktor dalam Rekayasa Genetik Universitas Oxford, Muhammad Hanifi, dan pendiri Bandung Fe Institute serta ahli kompleksitas, Hokky Situngkir.

Dalam forum tersebut, disimpulkan semburan dusta bisa dijinakkan setidaknya melalui tiga cara. Pertama, mengembangkan kecerdasan emosional. Kedua, mengidentifikasi bias informasi dalam diri. Ketiga, mengidentifikasi bahan semburan dusta.



"Jika kita merasa tak kan mengubah apa-apa, kita tak akan menyumbang isi apa-apa untuk masa depan kita, yang dekat maupun jauh. Forum ini adalah wake up call. Bangun dan cepatlah mandi," ungkap Budiman.

Sementara itu, DR Ryu Hasan menuturkan, kecerdasan emosional menjadi bagian solusi menangkal semburan dusta. Kecerdasan emosional harus dikedepankan, karena otak manusia akan lebih cepat menangkal semburan dusta dan ancaman daripada kebenaran dan harapan.

"Informasi semburan dusta sangat banyak, membuat otak kita menjadi kebingungan dan gagap. Akhirnya yang dipercayai adalah hal yang ingin dia percayai. Dia tidak mengafirmasi informasi benar atau salahnya, tapi apa yang sesuai dengan seleranya sendiri,” kata Ryu.

Untuk membangun kecerdasan emosional, lanjut Ryu, diperlukan waktu yang panjang, karena selama puluhan tahun masyarakat lebih mengedepankan kecerdasan kognitif. Pesatnya kemajuan teknologi tidak akan menyelesaikan kegagapan masyarakat pada semburan dusta.

"Kecerdasan emosional itu perlu dikedepankan. Cerdas emosional, sosial, dan kecerdasan ekologikal. Seperti membiasakan orang antre, membuang sampah pada tempatnya, itu perlu kecerdasan emosional,” ucap Ryu.



Sumber: Suara Pembaruan