Sistem Zonasi PPDB Buat Publik Resah

Sistem Zonasi PPDB Buat Publik Resah
Ilustrasi penerimaan peserta didik baru. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / WM Senin, 17 Juni 2019 | 20:07 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Kebijakan zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) menuai kritik dari sejumlah masyarakat. Orang tua tak dapat mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah yang dikehendaki, karena adanya sistem zonasi.

“Saya mendapat banyak pengaduan dari masyarakat. Dalam minggu ini, kita banyak mendengar keresahan yang dialami oleh para orang tua yang anaknya kebetulan sedang mendaftar ke jenjang sekolah yang lebih tinggi,” kata politisi PDI Perjuangan Sonny T Danaparamita.

Hal itu disampaikan Sonny kepada Beritasatu.com, Senin (17/6/2019). “Keresahan beberapa orang tua muncul akibat adanya sistem zonasi yang membuat banyak pelajar berprestasi tidak dapat memilih sekolah yang dikehendakinya,” ujar Sonny.

Sonny mengaku dapat memahami kebijakan zonasi diterapkan dengan berbagai pertimbangan positif. Misalnya untuk pemerataan kualitas pendidikan, termasuk mendekatkan siswa dan sekolahnya agar memudahkan pemantauan.

Akan tetapi, menurut Sonny, faktanya juga ada dampak negatif dari kebijakan tersebut.

“Banyak siswa berprestasi yang mengalami kehilangan pilihannya. Kebijakan zonasi ini tidak disertai analisa data lokasi sekolah yang cenderung tidak menyebar,” ungkap Sonny.

Sonny pun menyebut, “Obsesi para siswa untuk dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah favorit yang telah membuat mereka semua termotivasi belajar hingga mendapatkan nilai baik, tiba-tiba porak-poranda karena letak rumah yang jauh dari sekolah.”

Sonny menuturkan, anak dari rekannya meraih nilai Ujian Nasional SMP 378 atau rata-rata 9,45. Namun, berpotensi tersingkir ke hampir seluruh SMAN akibat kebijakan zonasi. Tentu saja, lanjut Sonny, hal ini juga akan dialami oleh para siswa berprestasi yang kebetulan berdomisili jauh dari sekolah negeri favorit.

Sonny membuat petisi daring di internet. “Saya mengajak semua pihak menandatangani petisi ini agar dapat menjadi pertimbangan semua pihak yang memiliki kewenangan atas hal ini untuk segera memperbaiki dan menyelesaikan masalah ini. Teriring doa semoga kita semua masih diberi kekuatan dalam ikut mewujudkan tujuan didirikannya negara, khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,”  katanya.



Sumber: Suara Pembaruan