Tim Penolong Masih Cari 11 Penumpang KM Amin Jaya

Tim Penolong Masih Cari 11 Penumpang KM Amin Jaya
Ilustrasi kapal tenggelam ( Foto: Istimewa )
Aries Sudiono / JAS Selasa, 18 Juni 2019 | 10:11 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Surabaya sampai Selasa (18/6/2019) pagi tadi masih melakukan pencarian terhadap 11 orang penumpang Kapal Motor Amin Jaya (KM AJ) yang tenggelam di perairan Sumenep, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Senin (17/6) sore.

Dari upaya penyelamatan tim Basarnas dengan Kapal Negara (KN) SAR-225 Widura yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju lokasi kecelakaan, berhasil mengevakuasi 29 orang penumpang dalam keadaan selamat, dua penumpang perempuan dewasa meninggal dunia dan 11 orang penumpang lainnya, termasuk seorang anak buah kapal (ABK) masih dalam pencarian.

“Regu penolong Basarnas bersama nelayan setempat terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kecelakaan. Dari 31 orang penumpang yang ditemukan, 29 orang selamat dan dua meninggal dunia. Dari laporan sementara, dari 29 orang yang selamat itu ada satu orang ABK. Sedangkan satu ABK lainnya beserta 10 penumpang lainnya masuk dalam daftar pencarian (hilang),” ujar Humas Basarnas Surabaya Tholib Mahameru yang dihubungi, Selasa pagi.

Tholib sebelumnya menjelaskan, bahwa KM AJ dengan dua orang ABK, berlayar mengangkut 40 orang penumpang meninggalkan Pelabuhan Gua-gua. KM AJ berangkat dari Pelabuhan Gua-gua di Pulau Raas, menuju ke Pelabuhan Kalianget, kota Kabupaten Sumenep. Namun ketika melaju di tengah laut antara perairan Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang (sering pula disebut Pulau Gililayang), kapal oleng akibar diterpa ombak (gelombang) dan tenggelam.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera yang dikondirmasi semalam mengatakan, 29 orang korban selamat telah dievakuasi ke Puskemas untuk mendapatkan perawatan, termasuk seorang ABK bernama Marwi. KM AJ tenggelam di perairan Sumenep, Senin sore sekitar pukuk 15.30 WIB.

Laporan semalam menyebutkan, ada dua penumpang perempuan dewasa meninggal dunia bernama Zahra (28) dan Hanisah (30), sedang 29 penumpang berhasil selamat dengan meraih papan-papan kapal yang pecah dan jirigen plastik serta 11 lainnya dinyatakan hilang. Belum diketahui penyebab tenggelamnya kapal penumpang itu. Saat ini, Polres Sumenep dan Basarnas masih menyelidiki, termasuk mencari korban hilang.

Ketika dikonfimasi ulang Selasa tadi pagi, Frans Barung Mangera mengaku belum ada infirmasi perkembangan, terkecuali banyak kapal nelayan yang diminta membantu mencari korban yang hilang. “Sebanyak 42 orang itu termasuk ABK. Sedangkan dua korban meninggal adalah perempuan dewasa bernama Zahra dan Hanisa,” ujar Frans Barung Mangera, tadi pagi.

Berikut daftar nama 29 korban selamat: ABK Marwi (50), penumpang Basri (40), Ulum (35), Taufik (35), Heriyansah (28), Rahman (27), Rochman (40), Salehan (36), Aditia P (9 bln), Abdul Saad (35), Achmad Hariadi (20), Rauda (28), Iqbal (17), Jainudin (39), Madiansah (30), Atnawi (60), Busadin (30), Rodi (45), Sirtu (41), Dini Aminarti (14), Sandriansah (17), Nuriansah (17), Nurasia (27), M Lutfi Hakim (1), A Saifullah (30), Ahmad (8), Supardi (12), Sifa Nursiyami (9), dan Gina Safira (7).

“Upaya pencarian dengan melibatkan banyak kapal-kapal pencari ikan dan perahu nelayan tradisional sedang dilakukan,” tambah Frans Barung Mangera.



Sumber: Suara Pembaruan