Polisi Dalami Motif Penyerangan ke Sopir Safari Dharma

Polisi Dalami Motif Penyerangan ke Sopir Safari Dharma
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. ( Foto: Ist / Ist )
Vento Saudale / WBP Selasa, 18 Juni 2019 | 12:40 WIB

Bandung, Beritasatu.com – Polda Jawa Barat (Jabar) bersama Korlantas Mabes Polri mendalami pengakuan AM (29), penumpang Safari Dharma yang diduga melakukan penyerangan kepada sopir bus Safari Dharma Raya, Heruman Taman (59) sebelum kecelakaan maut di KM 151 Tol Cipali, Senin (17/6/2019) dini hari. Akibat kecelakaan itu, 12 penumpang tewas.

Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu dalam keterangannya mengatakan, saat ini AM masih dalam pemeriksaan intensif kepolisian. Kepada petugas, AM yang berprofesi satuan pengamanan (satpam) dan merupakan warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mengaku mendengar pembicaraan telepon si sopir yang tengah terancam dan merasa ingin dibunuh oleh lawan bicaranya. “Mendengar pembicaraan itu, AM juga merasa terancam akan keselamatan sebagai penumpang. Karena sopir menolak, terjadilah perdebatan,” kata Trunoyudho Wisnu, Selasa (18/6/2019).

AM mengaku berusaha merebut kemudi bus. Akibatnya, bus melaju tak terkendali lalu melenceng ke kanan hingga menerobos median jalan. Kemudian, bus masuk ke jalur B dan menabrak tiga kendaraan lain yakni Mitsubishi Xpander B 8137 PI, Toyota Innova B 168 DIL, dan truk Mitsubishi R 1436 ZA.

Trunoyudho Wisnu menjelaskan, polisi masih mendalami pengakuan dan menyelidiki kasus ini. AM yang juga korban luka masih dalam perawatan. “Kami melakukan penanganan, sedang kami dalami. Mudah-mudahan faktor penyebab akan disimpulkan setidaknya paling lambat 2x24 jam,” kata Trunoyudho Wisnu.

Soal laka lantasnya, ujar Trunoyudho Wisnu, kepolisian akan melakukan penyelidikan dengan sistem Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Korlantas Mabes Polri. Nantinya, tim dari Korlantas Mabes Polri akan turun dibantu Ditlantas Polda Jabar dan Satlantas Polres Majalengka. "TAA merupakan metode pengungkapan penyebab kecelakaan secara ilmiah. Kami akan menunggu hasilnya dari Korlantas," ujar Trunoyudho Wisnu.



Sumber: BeritaSatu.com