Terkait Kecurangan Pemilu, DKPP RI Diminta Segera Periksa Komisioner Maybrat, Papua Barat

Terkait Kecurangan Pemilu, DKPP RI Diminta Segera Periksa Komisioner Maybrat, Papua Barat
Petugas Panitia Pemilihan Distrik (PPD) menyiapkan kelengkapan rapat pleno terbuka Pemilu 2019 di Kantor Kelurahan Malawei Distrik Manoi Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, 25 April 2019. ( Foto: ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/nz )
Robert Isidorus / JEM Selasa, 18 Juni 2019 | 15:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI diminta segera memanggil dan memeriksa para komisioner dan staf KPU Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, yang diduga melakukan banyak kecurangan dalam penyelenggaran Pemilu 2019 di provinsi itu.

Permintaan itu disampaikan caleg Partai Demokrat dari Papua Barat Pieters Kondjol, Selasa (18/7/2019) di Jakarta.

Pieters Kondjol yang juga Ketua DPR Papua Barat mengatakan, pemeriksaan dan sanksi tegas sangat penting dilakukan bagi para komisioner dan staf KPU Maybrat, demi tegaknya hukum.

“Mulai dari anggota hingga staf KPU diduga terlibat dalam praktik kecurangan Pemilu 2019 untuk memenangkan calon-calon tertentu,” kata Pieters Kondjol.

Pieters Kondjol mengapresiasi kinerja Bawaslu Papua Barat yang dengan menindaklanjuti laporan pelanggaran Pemilu 2019 di Maybrat.

“Saya tahu, Bawaslu Papua Barat telah bertemu dan melaporkan semua tindak pelanggaran dan kejahatan pemilu di Kabupaten Maybrat secara berjenjang ke tingkat paling atas di Jakarta. Karena itu, kami minta DKPP RI dapat segera menindaklanjuti laporan yang ada,” kata Pieters Kondjol, yang menjadi caleg dari Partai Demokrat untuk DPRD Provinsi Papua Barat.

Pieters Kondjol yang mengatakan, kecurangan pemilu di Maybrat terjadi mulai dari penggelembungan suara, pengurangan suara, dan penghilangan kertas suara.

“Penggelembungan suara untuk meloloskan caleg-caleg tingkat DPRD, DPR, dan DPD RI,” kata Pieters Kondjol yang mengaku perolehan suaranya juga ikut dicurangi.

Menurutnya, pihak Bawaslu Papua Barat bersama Gakkumdu Papua Barat, telah membahas masalah ini dan data-data rinci mengenai dugaan kecurangan sudah didapatkan dari masyarakat termasuk dan dari para caleg yang melaporkan masalah ini.



Sumber: Suara Pembaruan