142 Warga Bengkulu Positif DBD, 3 Meninggal

142 Warga Bengkulu Positif DBD, 3 Meninggal
Ilustrasi penderita penyakit demam berdarah dengue. ( Foto: Antara )
Usmin / JAS Rabu, 19 Juni 2019 | 07:11 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Selama lima bulan (Januari-Mei) 2019, sebanyak 142 warga Kota Bengkulu, terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD). Dari jumlah itu, tiga korban di antaranya dilaporkan meninggal dunia karena terlambat mendapatkan perawatan medis.

"Selama lima bulan terakhir ada 142 orang warga Bengkulu positif terkena DBD, tiga orang di antaranya meninggal dunia karena terlambat mendapat perawatan medis secara intensif," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bengkulu, Nely Hartati, di Bengkulu, Selasa (18/6/2019).

Ia mengatakan, kasus DBD yang terjadi di Kota Bengkulu, dalam waktu selama lima bulan sebanyak sebanyak 142 kasus. Bila dibanding periode yang sama tahun 2018 lalu sebanyak 98 kasus, terjadi peningkatan sebanyak 44 kasus.

Namun, jumlah korban DBD yang meninggal tercatat sebanyak 3 orang atau turun 1 orang bila dibanding periode yang sama pada tahun 2018 sebanyak 4 orang korban.

Korban DBD sebanyak 142 orang itu, ditemukan petugas Dinkes Kota Bengkulu di sejumlah kelurahan yang ada di daerah ini, di antaranya di Kelurahan Sukamerindu, Kelurahan Lingkar Timur, Kelurahan Sidomulyo, dan Kelurahan Sukarami.

Setidaknya dalam satu kelurahan ditemukan sebanyak 5-6 orang korban DBD. Penderita DBD ini pada umumnya ditemukan di kawasan permukiman yang padat penduduk dan kondisi lingkungan kurang terjaga dengan baik.

Untuk mengantisipasi agar korban DBD di Kota Bengkulu tidak meningkat, pihak Dinkes setempat akan melakukan pengasapan di kawasan yang sudah ditemukan korban DBD. Hal ini dilakukan agar penyakit tersebut tidak menular ke warga lain yang ada di daerah itu.

Selain itu, Dinkes Kota Bengkulu meminta warga menjaga kebersihan lingkungan, menutup genangan air, tumpukan sampah, dan membiasakan hidup bersih, sehingga akan terhindar dari gigitan nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.

Dinkes Kota Bengkulu juga meminta masyarakat untuk tetap berkomitmen dengan program satu rumah satu jentik nyamuk atau satu keluarga bisa membasmi satu jentik nyamuk di rumah masing-masing.

"Jika beberapa hal ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat, maka kasus DBD di Kota Bengkulu dapat dikendalikan dan tidak mengalami peningkatkan secara signfikan ke depan," ujarnya.

Nely menambahkan upaya lain yang akan dilakukan Dinkes Kota Bengkulu, akan memperketat surveilans DBD, melakukan investigasi pada kasus DBD, membagikan abate dan melakukan pengasapan di sekitar daerah yang ditemukan korban DBD.

"Jika kesadaran masyarakat terkait memberantas sarang nyamuk tinggi, maka kita yakin kasus DBD yang terjadi di daerah ini bisa dikurangi dari yang terjadi sekarang tercatat sebanyak 142 kasus," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, pihaknya mengharapkan partisipasi dari masyarakat dalam mengatasi kasus DBD di daerah ini. Sebab, tanpa ada bantuan dari masyarakat maka Dinkes Kota Bengkulu, tidak bisa menekan kasus DBD di daerah ini.

"Jadi, kita sangat mengharapkan partisipasi dari masyarakat dalam menekan kasus DBD yang terjadi di Kota Bengkulu. Dinkes tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi kasus DBD di daerah ini, makanya bantuan masyarakat sangat kita butuhkan," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan