Kenali dan Bangun Potensi Wirausaha Sejak Awal

Kenali dan Bangun Potensi Wirausaha Sejak Awal
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni'am Sholeh memberikan Kuliah Umum Kewirausahaan: Kerjasama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) dengan Universitas Mercu Buana (UMB) di kampus UMB Jakarta, Rabu (19/6/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Rabu, 19 Juni 2019 | 11:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam membangun jiwa kewirausahaan di dunia nyata, ada baiknya para mahasiswa itu bisa mengenali dan membangun potensi entrepreneur sejak awal. Hal tersebut menjadi inti dari Kuliah Umum Kewirausahaan: Kerja Sama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Universitas Mercu Buana (UMB) di kampus UMB Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan kunci menjadi seorang wirausaha adalah membangun potensi yang dimiliki seseorang yang berbasis kreativitas dengan inovasi. Calon pengusaha harus pandai-pandai membaca peluang yang ada.

“Para mahasiswa di fakultas atau jurusan apapun sebenarnya kalau jeli melihat potensi dan peluang, bisa menjadi merintis sebagai wirausaha karena masing-masing bakat mampu mengembangkan menjadi seorang wirausaha, apalagi di zaman canggih dan teknologi ini. Jenis-jenis entrepreneur adalah sociopreneur, technopreneur, ecopreneur, religiopreneur dan lainnya,” ungkap Asrorun di hadapan ratusan para mahasiswa dan dosen UMB.

Ia pun ingin membuka mata mahasiswa bahwa kini terjadi revolusi industri secara besar-besaran. Maka dari itu kaum muda adaptif terhadap perubahan yang terjadi dan jangan pernah merasa puas di zona nyaman di zaman terkini.

“Seorang wirausaha harus bisa mengenali potensi yang ada dan membaca perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar, karena syarat bidang kewirausahaan itu memiliki kreativitas, inovasi, networking, integritas, teamwork dan kolaborasi. Jadi berpikirlah jangka panjang bila ingin sukses,” jelas dia.

Namun menjadi seorang wirausaha di era digital sekarang ini, harus memiliki karakter sebagai generasi milenial yakni melek teknologi, tertarik pada multimedia, dan membuat konten internet agar peluangnya lebih besar.

Ia berpesan agar jangan melihat hasil akhir dari para pelaku wirausaha yang sudah sukses, tetapi lihat proses yang dilaluinya dengan penuh liku karena mereka memulainya bukan secara tiba-tiba, namun hasil dari kerja keras yang cukup panjang.

“Masa depan kita, kita sendirilah yang menentukan mau sukses atau tidak, karena orang terlahir itu sebenarnya sudah mempunyai potensi bakat dan bagaimana cara kita mengaktualkan bakat itu serta mengembangkannya yang bahkan bisa menjadi lebih sempurna lagi,” jelas Asrorun yang didampingi Asdep Kewirausahaan Pemuda Kemenpora, Imam Gunawan.

Ia pun memberikan contoh bahwa di tengah seseorang mengalami kesempitan bisa melahirkan kesuksesan. Hal itu ada pada sosok Merry Riana.

Di saat usaha orangtuanya gulung tikar, ia tetap harus sekolah meski pindah dan ala kadarnya serta tetap harus bertahan, berjuang hidupi dirinya dan bangkit dari keterpurukan. Akhirnya dengan segala usaha mampu menjadi sosok wanita sejuta dolar lewat kreativitas dan karya-karya inovatifnya sebagai motivator.

Sementara Wakil Rektor Universitas Mercu Buana (UMB), Hadri Mulya menyatakan sudah tidak zamannya lagi para mahasiswa yang lulusmenjadi pekerja. Kalau bisa ciptakan lapangan kerja dan mempekerjakan orang lain.

“Kalau mau kaya, jadilah pengusaha karena lebih banyak rezekinya, bila dibandingkan sebagai pekerja. Namun kalau sebagai awal modal untuk mengasah kemampuan boleh saja menjadi pekerja atau karyawan. Tapi selanjutnya ucapkan selamat tinggal dan rintislah sebagai pengusaha muda,” ujar Hadri.

“Kami dari pihak UMB bersama Kemenpora membuka pintu bagi kaum muda guna menumbuh kembangkan jiwa wirausaha. Bagi yang punya talenta wirausaha, baiknya dikembangkan menjadi lebih sempurna lagi," papar Hadri.

"Kami mengharapkan program ini bisa terealisir karena kami memfasilitasi dan mohon adik-adik tangkap peluang dan kesempatan ini karena ini bukan seremonial saja. Jadikan ide-ide ini sebagai upaya adik-adik menjadi wirausaha muda,” ungkap Hadri yang didampingi Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan UMB, Wachyu Hari Haji

Ia pun mengajak para mahasiswa berkontribusi dan berperan aktif membangun bangsa ini. Kemenpora dan UMB berharap muncul wirausaha muda, bahkan kalau perlu sebelum kuliah selesai.



Sumber: Suara Pembaruan