Optimalkan Pelayanan, BPJS Kesehatan Kembangkan Sistem Finger Print

Optimalkan Pelayanan, BPJS Kesehatan Kembangkan Sistem Finger Print
Data BPJS Kesehatan. ( Foto: B1/Danung Arifin )
Bhakti Hariani / BW Rabu, 19 Juni 2019 | 14:57 WIB

Depok, Beritasatu.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan inovasi baru dalam pelayanan kesehatan digital.

Inovasi itu adalah dengan menerapkan teknologi informasi secara alamiah yang terbentuk di tengah tantangan revolusi industri 4.0, yakni dengan mengembangkan sistem finger print bagi peserta JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok Irfan Qadarusman mengungkapkan, pengembangan sistem finger print bertujuan untuk mempermudah proses pendaftaran pelayanan di rumah sakit.

Menurutnya, dengan adanya sistem finger print maka proses administrasi di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) akan jadi lebih akurat.

"Adanya sistem finger print akan berdampak pada eligibilitas peserta yang memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Eligibilitas tersebut perlu dipastikan untuk mencegah penggunaan hak jaminan kesehatan oleh orang yang tidak berhak melalui dukungan otentifikasi menggunakan sistem finger print. Jadi data hasil pelayanan yang diperoleh juga menjadi lebih akurat," ujar Irfan kepada Beritasatu.com, di Depok, Jawa Barat, Rabu (19/6/2019).

Irfan mengungkapkan, keberadaan sistem finger print tidak lepas dari kerja sama yang telah dibangun dengan kementerian dalam negeri. Selain untuk menghindari penyalahgunaan kartu, tujuan layanan finger print juga diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam percepatan kepemilikan NIK dan e-KTP.

Jadi ke depan, lanjut Irfan, diharapkan semuanya dapat memiliki single identity number untuk setiap kepentingan nasional, termasuk jaminan kesehatan.

Pelaksanaan sistem finger print dibagi atas empat tahap. Tahap pertama yaitu untuk pelayanan instalasi rehabilitasi medik (IRM), mata (MAT), dan jantung (Jan) yang diimplementasikan mulai 1 Mei 2019.

Tahap kedua yaitu pelayanan rawat inap yang direncanakan diimplementasikan mulai 1 Agustus 2019. Tahap ketiga yaitu pelayanan penyakit dalam (INT), anak (ANA), bedah (BED), dan obstetri ginekologi (OBG) yang direncanakan diimplementasikan mulai 1 Oktober.

Tahap terakhir yaitu seluruh pelayanan rawat jalan yang direncanakan diimplementasikan mulai 1 Desember 2019.

"Sejauh ini, sistem dan alatnya sudah siap di semua rumah sakit di Depok. Nanti ada petugas yang akan membantu merekam. Tinggal meletakkan jari di alat nanti akan terbaca," ujar Irfan.

Adanya finger print juga mencegah kemungkinan penyalahgunaan penggunaan kartu BPJS Kesehatan oleh pihak lain. "Beberapa kasus ada yang ternyata yang datang berobat bukan peserta BPJS Kesehatan itu sendiri, tetapi tetangganya atau saudaranya. Kami mencegah hal seperti ini. Kalau ada finger print jadi jelas dan tidak bisa lagi disalahgunakan," tutur Irfan.

Dia berharap dengan dikembangkannya sistem finger print untuk pelayanan di FKRTL dapat berdampak terhadap optimalnya penyelenggaraan program JKN-KIS.

Irfan juga mengajak kepada semua pihak untuk dapat mendukung suksesnya penyelenggaraan program JKN-KIS, sehingga program JKN-KIS dapat terus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.



Sumber: Suara Pembaruan