Mahfud MD: LPSK Lindungi Saksi untuk Pidana

Mahfud MD: LPSK Lindungi Saksi untuk Pidana
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, Rabu (7/11/2018). Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut bertemu dengan pimpinan KPK membahas mengenai pendidikan antikorupsi bagi masyarakat serta kasus-kasus korupsi yang tengah mencuat. ( Foto: Antara / Indrianto Eko Suwarso )
/ YUD Rabu, 19 Juni 2019 | 17:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan saksi dalam perkara hukum tata negara seperti perselisihan hasil pemilihan umum tidak perlu meminta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Nggak ada itu LPSK. LPSK itu untuk perlindungan orang yang menjadi saksi dalam hukum pidana. Kalau Anda diancam jadi saksi dalam hukum pidana," kata Mahfud di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Mahfud menyatakan sesuai prosedur, saksi dalam perkara hukum tata negara cukup meminta pengawalan polisi apabila menerima teror.

"Lagipula tadi semua saksi di MK ditanya, apakah ada yang diancam. Dijawab para saksi tidak ada yang diancam," kata Mahfud.

Pada Rabu, MK menggelar sidang ketiga PHPU Pilpres dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Pemohon dalam hal ini Prabowo-Sandiaga.

MK membatasi para pihak yang berperkara untuk menghadirkan maksimum 15 saksi dan dua orang ahli.



Sumber: ANTARA