Polda Metro Jaya Akan Periksa Novel Baswedan di Gedung KPK

Polda Metro Jaya Akan Periksa Novel Baswedan di Gedung KPK
Novel Baswedan. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / YS Rabu, 19 Juni 2019 | 23:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/6/2019) besok.

Penyidik Polda Metro Jaya yang didampingi tim gabungan bentukan Kapolri itu bakal memeriksa Novel terkait kasus teror yang dialaminya pada 11 April 2017 atau sekitar 800 hari lalu.

"Besok pada 20 Juni 2019 dijadwalkan pemeriksaan terhadap pegawai KPK Novel Baswedan di gedung KPK. Jadi kami menerima surat dari penyidik Polda Metro Jaya yang akan didampingi oleh tim asistensi ahli atau tim gabungan yang sudah dibentuk oleh Kapolri untuk melakukan pemeriksaan terhadap Novel Baswedan sebagai saksi terkait dengan penyerangan atau penyiraman air keras yang dilakukan terhadap Novel 11 April sekitar 800 hari yang lalu," kata Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Febri memastikan Novel akan hadir dalam pemeriksaan itu sebagai penghormatan terhadap proses hukum kasus ini. Meskipun, kata Febri, kepolisian sebenarnya telah memeriksa Novel saat menjalani perawatan di Singapura.

"Novel akan hadir besok dalam pemeriksaan tersebut untuk menghargai proses hukum ini. Meskipun sebelumnya pemeriksaan sudah dilakukan sejak Novel dirawat di Singapura," katanya.

Febri mengatakan dalam pemeriksaan sebelumnya, Novel telah membeberkan berbagai informasi yang dibutuhkan penyidik untuk mengungkap kasus teror yang dialaminya. Namun, karena ada permintaan pemeriksaan tersebut, Novel bersedia, dan pihak KPK akan memfasilitasinya.

"Karena ada permintaan pemeriksaan kembali maka Novel bersedia dan KPK memfasilitasi proses pemeriksaan itu di gedung KPK besok pagi pukul jam 10.00," katanya.

Diketahui, Novel diteror dengan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Akibatnya, Novel harus mendapat perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Singapura karena kedua matanya mengalami luka parah. Setelah menjalani serangkaian tindakan medis, termasuk operasi, Novel diizinkan tim dokter untuk kembali ke tanah air dan menjalani rawat jalan.

Di sisi lain, pihak kepolisian yang menangani kasus ini belum juga berhasil mengungkap dan menangkap pelaku maupun otak di balik teror terhadap Novel. Setelah hampir dua tahun menangani kasus ini, pihak kepolisian hanya mampu menggambar sketsa dua orang terduga pelaku. Tim gabungan yang dibentuk Kapolri, Jenderal Tito Karnavian pada 8 Januari 2019 pun tak membuahkan hasil hingga saat ini.



Sumber: Suara Pembaruan