6 Napi Kasus Narkoba Jambi Segera Dipindah ke Lapas Nusakambangan

6 Napi Kasus Narkoba Jambi Segera Dipindah ke Lapas Nusakambangan
Ilustrasi narapidana di lembaga pemasyarakatan. ( Foto: Antara )
Radesman Saragih / JEM Kamis, 20 Juni 2019 | 07:55 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Sedikitnya enam orang narapidana (napi) kasus narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) di Jambi diputuskan untuk dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Satu orang napi kasus narkoba asal Lapas Kota Jambi sudah dipindahkan Lapas Nusakambangan. Sedangkan lima napi kasus narkoba lainnya dipindahkan dalam waktu dekat.

“Kami sudah menetapkan enam napi kasus narkoba dari Lapas Kota Jambi dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Pemindahan itu dilakukan karena keenam napi kasus lapas tersebut dinilai berisiko tinggi menimbulkan berbagai hal tidak diinginkan di Lapas Kota Jambi,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Jambi, Agus Nugroho Yusuf di Jambi, Rabu (19/6/2019).

Menurut Agus Nugroho Yusuf, pemindahan enam orang napi kasus narkoba dari Jambi ke Nusakamamngan bukan sebagai penambahan hukuman, tetapi demi menjaga menjaga kondusifitas karena sarana dan prasarana pembinaan napi kasus narkoba di Lapas Kota Jambi masih kurang.

Kurangnya sarana dan prasarana pembinaan napi kasus narkoba di Lapas Kota Jambi, lanjut Agus Nugroho Yusuf, berpotensi menimbulkan kerawanan tentang adanya napi yang melakukan kericuhan, transaksi narkoba dari lapas dan melarikan diri.

Dikatakan, pembinaan dan pengawasan napi kasus narkoba di Lapas Kota Jambi dan beberapa lapas lain di Provinsi Jambi tidak bisa dilakukan maksimal akibat padatnya penghuni lapas. Kemudian jumlah tenaga dan sarana pembina maupun pengamanan napi kasus narkoba di lapas yang ada di Jambi masih kurang.

Menurut Agus Nugroho Yusuf, sebagian besar lapas di Jambi, khususnya Lapas Kota Jambi saat ini sudah kelebihan warga binaan atau over kapasitas. Jumlah napi yang dibina di 10 lapas di Jambi saat ini mencapai 4.300 orang. Sedangkan kapasitas 10 lapas di Jambi hanya 1.300 orang.

“Sekitar 70% napi penghuni 10 lapas di Jambi terlibat kasus narkoba. Karena itu kami memindahkan sebaian napi kasus narkoba ke Nusakambangan demi menghindari risiko,"ujarnya.

Diperiksa

Menanggapi kasus kaburnya empat orang napi kasus narkoba dari Rumah Tahanan (Rutan) Kota Sungaipenuh, Jambi pekan lalu, Agus Nugroho Yusuf mengatakan, tiga orang napi tersebut sudah tertangkap kembali di Bengkalis, Riau, Senin (17/6/2019). Ketiga napi tersebut dititipkan di Lapas Kota Jambi. Sedangkan seorang lagi napi masih diburu.

Dikatakan, pihaknya juga memeriksa lima orang petugas Rutan Kota Sungaipenuh terkait kaburnya empat napi tersebut. Jika terbukti kaburnya empat orang napi tersebut akibat kelalaian petugas Rutan Kota Sungaipenuh, kelima petugas lapas tersebut akan dikenakan sanksi.

“Seluruh petugas Rutan Kota Sungaipenuh yang terbukti melakukan kesalahan yang menyebabkan kaburnya empat orang napi dari rutan tersebut, mereka akan kami tindak tegas. Sanksinya bisa berat, yakni pemberhentian,”katanya.



Sumber: Suara Pembaruan