TNI AD dan Kemsos Gelar Program TMMD

TNI AD dan Kemsos Gelar Program TMMD
Ilustrasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). ( Foto: ANTARA FOTO/Seno )
Robertus Wardi / YS Kamis, 20 Juni 2019 | 19:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemsos) melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke-105 tahun ini.

TMMD dilaksanakan di 50 kabupaten/kota di Indonesia dan mulai digelar pada 10 Juli hingga 10 Agustus 2019.

"Setiap titik atau satgas kami memiliki 150 personel,” kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat membuka Rapat Koordinasi Teknis TMMD ke-105 Tahun 2019 di Mabes TNI AD di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Hadir pada Rakonis itu, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Kasad Letjen Tatang Sulaiman, dan para pejabat dari Kemsos dan TNI AD.

Andika berharap kegiatan TMMD bisa mestimulus menggerakkan perekonomian di sejumlah daerah di Indonesia. Kegiatan TMMD berupa pembangunan fisik berdasarkan kebutuhan dari masing-masing daerah.

“Ada pembangunan irigasi, jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, sekolah. Sambil berjalan juga ada hal-hal yang berkaitan dengan non fisik,” tuturnya.

Sementara itu, Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis kerja sama dengan TNI AD dapat mempercepat penanganan masalah-masalah sosial terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia.

Sama seperti Andika, dia mengemukakan, kerja sama yang dilakukan misalnya program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang banyak tersebar di wilayah-wilayah pelosok Indonesia.

Untuk rehabilitasi rutilahu menjadi layak huni, Kemsos menyediakan anggaran sebesar Rp 15 juta per unit dan akan dibangun bersama TNI dalam TMMD.

Program lainnya adalah pemberdayaan komunitas adat terpencil, dan perlindungan sosial korban bencana alam serta penekanan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, dan kesetiakawanan sosial dalam pelaksanaan TMMD.

"Kami sangat mendukung TMMD karena kami percaya bisa memberikan manfaat membawa percepatan program-program di Kementerian Sosial. Kami percaya TNI mempunyai kapasitas terutama terkait fasilitas, infrastruktur maupun mobilitas untuk mencapai wilayah 3T," kata Agus.



Sumber: Suara Pembaruan