60 Hektare Tanaman Padi di Mukomuko Terendam Banjir

60 Hektare Tanaman Padi di Mukomuko Terendam Banjir
Ilustrasi sawah terendam banjir. ( Foto: Antara )
Usmin / YUD Kamis, 20 Juni 2019 | 20:26 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - 60 hektare tanaman padi petani di Desa Pondok Baru, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, terancam puso alias gagal panen karena terendam banjir akhir pekan lalu, menyusul hujan lebat melanda wilayah tersebut.

"Ada sekitar 60 hektare tanaman padi yang sudah berbuah rusak dan terancam puso karena terendam banjir pekan lalu. Tanaman padi yang terancam gagal panen ini tersebar di beberapa tempat di Desa Pondok Baru," kata Kasi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Distan Mukomuko, Sugianto, di Bengkulu, Kamis (20/6/2019).

Ia mengatakan, tanaman padi petani yang terendam banjir tersebut, setelah genangan air di sawah kering daunya menguning dan batangnya sebagian busuk selanjutnya layu dan mati.

"Tanaman padi tersebut, meski masih bisa diselamatkan petani hasil panenya tidak maksimal lagi. Sebab, pertumbuhan padi tidak normal lagi," ujarnya.

Untuk memastikan luas tanaman padi yang terendam banjir tersebut, gagal panen alias puso, Distan Mukomuko telah menurunkan petugas ke lapangan untuk mendata luas tanaman padi petani di Desa Pondok Baru yang dipastikan mengalami puso.

Meski dari taksiran Distan Mukomuko luas tanaman padi petani yang terendam banjir sekitar 60 hektare. Namun, untuk memastikan luas tanaman yang rusak kita menurunkan petugas ke lapangan dan sekaligus mendata nama pemilik sawah yang gagal panen.

"Saat ini, kita masih menunggu laporan dari petugas penyuluhan lapangan (PPL) yang kita turunkan ke lapangan mendata luas kerusakan tanaman padi atau yang gagal panen," ujarnya.

Distan Mukomuko akan berusaha memberikan bantuan bibit padi ke petani yang gagal panen karena sawah mereka terendam banjir agar bisa menaman padi kembali. Dengan demikian, 4 bulan ke depan mereka bisa panen padi lagi.

"Kasihan mereka sudah habis uang banyak, tiba-tiba sawah mereka terendam banjir dan gagal panen. Distan Mukomuko akan berusaha membantu mereka dengan memberikan bibit pagi gratis bagi petani yang tanaman padinya tidak bisa dipanen alias puso," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan