Saksi Prabowo Pakai Kacamata Hitam, KPU: Mau Tanya, Tetapi Tak Tega

Saksi Prabowo Pakai Kacamata Hitam, KPU: Mau Tanya, Tetapi Tak Tega
Tangkap layar video menunjukkan Rahmadsyah Sitompul saat menjadi saksi di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 19 Juni 2019. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / WM Kamis, 20 Juni 2019 | 21:35 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengaku tidak tega dengan saksi Prabowo-Sandi Rahmadsyah Sitompul, yang berstatus terdakwa di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Hasyim mengatakan, pihaknya ingin hendak bertanya, namun tidak tega dengan saksi yang mengenakan kacamata hitam saat memberikan keterangan dalam perkara PHPU Pilpres pada Rabu (19/6) malam.

"Suara dipelan pelanin, pakai kacamata hitam, kita mau nanya sebetulnya itu, kacamata itu minus atau gaya, cuma kita gak tega," kata Hasyim, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Rahmadsyah juga merupakan tahanan kota yang hadir di persidangan MK tanpa mengantongi izin dari kejaksaan dan pengadilan setempat. Kemudian diketahui, kata Hasyim, Rahmadsyah memakai kacamata hitam untuk menghindari publikasi statusnya sebagai tahanan kota.

"Kemudian ketika ditanya hakim ternyata kacamata gaya, ternyata untuk menghindari publikasi statusnya sebagai tahanan kota," ungkap dia.

Lebih lanjut, Hasyim mengatakan, KPU meragukan keterangan dan kesaksian Rahmadsyah. Namun, pihaknya tetap menyerahkan kepadan mejalis hakim untuk menilai kualitas kesaksiannya.

"Kalau hakim, silakan hakim mempercaya atau tidak. Bahwa kemudian orang tahanan kota dijadikan saksi kualitasnya seperti apa kan tergantung yang mengajukan, bisa dinilai publik," pungkas Hasyim.

Pada persidangan di MK Rabu malam, Rahmadsyah Sitompul memberikan kesaksian dengan nada suara yang pelan dan memakai kacamata hitam. Hakim Konstitusi I Gede Dewa Palguna pun bertanya mengapa nada suara Rahmadsyah begitu pelan, apakah dia merasa takut atau terancam hadir di ruang sidang.

”Bukan yang mulia. Saya takut karena saat ini saya berstatus terdakwa. Saya kena UU ITE,” jawab Rahmadsyah.

Lalu dia mengatakan menjadi terdakwa karena "membongkar kecurangan pemilu" di Batu Bara. Dalam keterangannya, Rahmadsyah mengklaim mendapat video tentang seorang oknum polisi Polres Batu Bara bernama Ismunajir yang mengarahkan warga untuk memilih Jokowi dalam sebuah pertemuan.

Video itu, menurut keterangannya, didapat langsung dari seseorang bernama Fadli yang merekamnya sendiri.

Pertemuan dihadiri sekitar 25 orang di balai desa Guntung, Kecamatan Limapuluh, ujarnya.

Saat ditanya Palguna maksud "mengarahkan" oleh polisi itu, Rahmadsyah mengutip pernyataan Ismunajir: "Bapak Jokowi orang yang baik, yang menjaga keamanan negara ini, seperti itu."

Rahmadsyah menambahkan polisi itu juga mengatakan "kondisi negara yang aman kalau Jokowi presiden".



Sumber: BeritaSatu.com