Seluruh PPK Cilincing dan Koja Jadi Tersangka Tindak Pidana Pemilu

Seluruh PPK Cilincing dan Koja Jadi Tersangka Tindak Pidana Pemilu
Ketua Gakkumdu Bawaslu Jakut Benny Sabdo (kedua dari kiri), didampingi Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Jakut Rini Rianti Andriani meneruskan perkara dugaan tindak pidana pemilu kepada Penyidik Polres Metro Jakut. ( Foto: Ismewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Kamis, 20 Juni 2019 | 00:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) menetapkan seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cilincing dan Koja sebagai tersangka tindak pidana Pemilihan Umum (Pemilu).

Hasil penyidikan menyimpulkan bahwa benar adanya dugaan penghilangan perolehan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Kecamatan Cilincing dan Koja.

Karena itu, Ketua PPK Cilincing, Idi Amin dkk serta Ketua PPK Koja, Alim Sori dkk telah ditetapkan sebagai tersangka. Total tersangka sementara ada 10 orang.

Demikian ditegaskan oleh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto di Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (20/6/2019).

Menurut Budhi, dugaan pelanggaran yang dimaksud adalah anggota PPK yang karena kelalaiannya mengakibatkan hilang atau berubahnya berita acara rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dan/atau sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara sebagaimana diatur pada Pasal 505 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Selanjutnya, Ketua Sentra Gakkumdu Badan Pengawas Pemilu Jakarta Utara, Benny Sabdo mengapresiasi kinerja penyidik Gakkumdu Polres Metro Jakarta Utara yang telah bekerja profesional dan maraton. Berkas perkara ini tidak kalah tebal dengan perkara tindak pidana korupsi.

"Sampai hari ini penyidik masih mengembangkan materi perkara ini untuk mengungkap intellectual dader-nya. Jadi pemeriksaan para saksi masih berlanjut," ungkapnya.

Perkara ini berawal dari Sentra Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara menerima laporan dari Caleg DPRD DKI No Urut 1 Partai Demokrat H. Sulkarnain dan Caleg DPRD DKI Nomor Urut 5 Partai Gerindra, Iqbal Maulana. Tim Sentra Gakkumdu telah melakukan penyelidikan perkara ini secara komprehensif.

PPK Cilincing dan Koja sebagai tersangka terancam pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).