Banjir Konawe Utara Timbulkan Kerugian Rp 674,8 Miliar

Banjir Konawe Utara Timbulkan Kerugian Rp 674,8 Miliar
Foto udara kondisi banjir bandang yang menutuskan Jalan Trans Sulawesi penghubung Sulawesi Tenggara-Sulawesi Tengah di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/6/2019). ( Foto: Antara Foto / Ohoe Sakti )
/ YUD Sabtu, 22 Juni 2019 | 17:10 WIB

Konawe Utara, Beritasatu.com - Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Ruksamin menyatakan kerugian materi akibat bencana banjir yang melanda daerah itu mencapai Rp 674,8 miliar lebih.

"Alhamdulillah meskipun banyak rumah penduduk yang terkena dampak banjir, tetapi tidak ada korban jiwa," kata Bupati Konawe Utara, Ruksamin, disela-sela kunjungan kerja Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, di Konawe Utara, Sabtu.

Ia menjelaskan kerugian terbesar pada kerusakan infrastruktur seperti jembatan, jalan, jaringan listrik Rp 436, 96 miliar pada bencana banjir yang terjadi sejak 2 Juni 2019, ada 4 jembatan yang hanyut, dan 4 unit jembatan tidak bisa diakses, bahkan jembatan yang menghubungkan Sultra dengan Sulteng sempat terputus.

Kemudian, kata dia, untuk perumahan dan permukiman penduduk Rp 66,4 miliar, mengingat ada 370 unit rumah penduduk yang hanyut dan 1.962 unit terendam air. Sarana dan prasarana pendidikan Rp 18,9 miliar lebih mengingat ada 14 Sekolah Dasar, 5 unit SMP, 1 unit SMA, TK sebanyak 17 unit, dan PKBM satu unit.

Sedangkan sarana dan prasarana kesehatan Rp 2,49 miliar karena ada 4 unit puskesmas, 4 puskesmas pembantu, 1 unit gudang obat, dan 1 unit polindes yang terdampak banjir.

Untuk kerugian pertanian mencapai Rp 43 miliar, perkebunan Rp 76,9 miliar. Lahan yang terdampak sawah 970,3 hektare, jagung 83,5 hektare, laiinya 11 hektare, dan tambak 727,4 hektare.

Sementara, kerugian koperasi dan UMKM Rp2,1 miliar, perdagangan Rp 600 juta, lingkungan hidup Rp 7,8 miliar, pangan Rp 306 juta, serta pemerintahan desa Rp 4,67 miliar, demikian diutarakan Ruksamin.



Sumber: ANTARA