Rakernas Pemuda Katolik

Menko PMK: Jangan Hamburkan Energi untuk Perselisihan

Menko PMK: Jangan Hamburkan Energi untuk Perselisihan
Staf Ahli Menko Bidang PMK Aris Darmasyah yang Ketum Pemuda Katolik Karolin Margret Natasa Buka Acara Rakernas Pemuda Katolik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (21/6/2019) malam. ( Foto: Beritasatu Photo / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / FER Sabtu, 22 Juni 2019 | 17:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, mengingatkan semua pihak bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar baik dari sumber daya alam dan sumber daya manusia. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menghabiskan energi untuk saling bertengkar satu sama lain.

Hal ini disampaikan Puan Maharami dalam sambutannya dalam acara Pembukaan Rakernas Pemuda Katolik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (21/6/2019) malam. Sambutan dibacakan oleh Staf Ahli Menko PMK, Aris Darmasyah, karena Puan berhalangan hadir.

"Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghambur-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan," ujar Puan sebagaimana pidatonya dibacakan Aris dalam acara Rakernas bertajuk 'Kaderisasi yang Berkelanjutan untuk Mewujudkan Pemuda yang Terampil, Kreatif dan Inovatif di Era Revolusi Industri 4.0'.

Puan mengatakan, Indonesia ditakdirkan sebagai bangsa yang plural dan multikultural baik dari segi etnis, agama, bahasa, budaya dan adat istiadat. Tidak ada satu bangsa di dunia yang mempunyai sifat keragaman seperti bangsa Indonesia yang terdiri atas 714 suku dengan lebih 1.100 bahasa lokal yang hidup di 17.000 pulau.

"Bahkan agama-agama besar di dunia, Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu ada di Indonesia. Jadi, sebagai bangsa yang majemuk, maka semangat persatuan dan kesatuan menjadi pilar utama membangun bangsa dan negara," tandas dia.

Bangsa Indonesia, kata dia, harus terus bersatu memperkokoh semangat Bhineka Tunggal Ika. Persatuan dan kesatuan, menurut dia, merupakan upaya untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin.

"Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif," ungkap dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Pemuda Katolik, Karolin Margret Natasa, mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar kembali bersatu pasca tahapan dan proses pemilu serentak 2019. Karolin menilai, perbedaan pilihan politik dalam pemilu merupakan hal yang wajar dan setelah usai, semua pihaknya harus bersatu.

"Kita sudah menyelenggarakan satu kegiatan besar di Republik ini, yakni Pemilu untuk memilih para pemimpin bangsa. Mungkin ada perbedaan selama ini, dan sekarang marilah kita bersatu kembali membangun bangsa Indonesia yang besar ini," ujar Karolin.

Karolin mengungkapkan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan berbagai kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Karena itu, kata dia, perlu persatuan dari berbagai elemen bangsa untuk membangun Indonesia menjadi bangsa yang kuat baik secara politik, ekonomi dan budaya. "Dengan persatuan, maka kita akan menjadi bangsa pemimpin," tandas Karolin.

Acara Rakernas Pemuda Katolik diselenggarakan pada Jumat hingga Minggu (21-23 Juni 2019). Rakernas ini untuk menyusun program kerja nasional untuk 3 (tiga) tahun ke depan, serta menetapkan Peraturan dan Tata Kerja Organisasi yang disesuaikan dengan dinamika organisasi.

Acaranya dihadiri oleh pejabat negara, peserta Pengurus Komda dari 32 Provinsi dan Pengurus Komisariat cabang (Komcab) dari 187 Kabupaten/Kota, serta Dewan Penasehat, Pastor Moderator dan sejumlah Peninjau.



Sumber: BeritaSatu.com