Balon Gubernur Bengkulu Mulai Ramai Dibicarakan

Balon Gubernur Bengkulu Mulai Ramai Dibicarakan
Ilustrasi. ( Foto: BSMH )
Usmin / JAS Senin, 24 Juni 2019 | 08:27 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Sejumlah nama kandidat bakal calon (balon) Gubernur Bengkulu, yang akan tertarung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 mendatang mulai ramai dibicarakan di masyarakat daerah ini.

Adapun nama kandidat balon Gubernur Bengkulu yang mulai ramai dibicarakan di masyarakat, antara lain Gubernur Bengkulu saat ini Rohidin Mersyah, Bupati Lebong Rosjonsyah, Bupati Bengkulu Tengah Feri Ramli, mantan Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin, mantan Bupati Rejang Lebong Suherman dan beberapa nama mantan pejabat Bengkulu lainnya.

Dengan munculnya beberapa nama kandidat balon Giubernur Bengkulu yang akan bertarung pada pilkada serentak 2020 mendatang, diperkirakan peserta Pilgub Bengkulu bisa mencapi 4 pasang calon (paslon).

"Kalau melihat banyaknya nama-nama kandidat balon Gubernur Bengkulu, yang muncul di masyarakat sekarang ini, maka diperkirakan peserta Pilgub 2020 mendatang bisa mencapai empat paslon," kata pengamat politik dari Universitas Bengkulu (Unib), Panji Suminar, di Bengkulu, Senin (24/6/2019).

Dengan demikian, pertarungan Pilgub Bengkulu 2020 mendatang akan berlangsung sengit, karena masyarakat atau pemilih banyak pilihan dalam menentukan pemimpin daerah ini lima tahun ke depan.

Selain itu, kandidat balon Gubernur Bengkulu, yang akan maju pada pilkada sebagian besar masih atau pernah menjabat sebagai kepala daerah, seperti Rohidin Meryah (Gubernur Bengkulu), Rosjonsyah (Bupati Lebong), Feri Ramli (Bupati Bengkulu Tengah), Agusrin Najamudin (mantan Gubernur Bengkulu), Suherman (mantan Bupati Rejang Lebong) dan Ahmad Kanedy (mantan Wali Kota Bengkulu) dan beberapa nama kandidat balon gubernur lainnya.

"Kita berharap kandidat balon Gubernur Bengkulu yang mulai muncul di masyarakat saat ini tidak melakukan aksi borong partai, seperti yang terjadi pada Pilgub 2014 lalu, sehingga peserta pilkada daerah ini 2020 mendatang bisa diikuti paling sedikit tiga paslon," ujarnya.

Namun, kepastian jumlah peserta Pilgub Bengkulu bergantung dari kandidat bersangkutan mendapatkan dukungan partai. Sebab, meski dia ketua partai tidak bisa langsung diusung oleh parpol yang dipimpinya.

Hal ini terjadi karena parpol peserta Pemilu 2019 di Bengkulu, tidak ada yang meraih 9 kursi di DPRD Provinsi Bengkulu. Sebab, syarat parpol untuk mengusung satu paslon cagub-cawagub pada Pilgub 2020 harus memiliki 9 kursi di DPRD setempat.

Sedangkan parpol peserta Pemilu 2020 dii Bengkulu, paling tinggi meraih kursi di DPRD sebanyak 7 kursi. Parpol peraih kursi terbanyak di DPRD Provinsi Bengkulu hasil Pemilu 2019 hanya Golkar dan PDIP masing-masing 7 kursi.

Dengan demikian, mereka masih membutuhkan 2 kursi lagi untuk bisa mengusung satu paslon cagub-cawagub pada Pilkada mendatang, sehingga untuk mendapatkan tambahan kursi tersebut mereka harus berkoaliasi dengan partai lain.

Demikian pula untuk partai besar lainnya, seperti PAN, PKB, Demokrat, Nasdem, Gerindra dan PPP juga membutuhkan partai koalisi untuk bisa mengusung satu paslon cagub-cawagub Bengkulu pada pilkada 2020 mendatang.

"Jika mereka tidak berkoalosi dengan partai lain, maka mereka tidak bisa mengusung cagub-cawagub pada Pilgub 2020 mendatang. Sebab, kursi yang mereka peroleh pada Pemilu 2020 tidak cukup syarat untuk mengusung calon gubernur sendiri," ujarnya.

Panji memperkirakan parpol di Bengkulu, saat ini sudah berkomunikasi dengan partai lain untuk melakukan koalisi untuk mengusung satu paslon cagub-cawagub yang akan diusung pada Pilkada serentak 2020 mendatang.

Namun, dia belum bisa memperkirakan partai mana saja yang sudah membangun komunikasi dengan partai lain untuk melakukan koalisi pada Pilgub Bengkulu mendatang. Sebab, parpol masih menunggu pelantikan anggota DPRD Provinsi Bengkulu hasil Pemilu 17 April lalu.

"Saya yakin begitu anggota DPRD hasil Pemilu 2019 sudah dilantik, parpol sudah mulai bergerak melakukan persiapan penjaringan balon dan membahas koaliasi dengan parpol lainnya karena tahapan pilkada 2020 sudah dekat," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua DPW PKB Bengkulu, Herliardo. Ia mengatakan, pihaknya baru membahas masalah penjaringan balon Gubernur Bengkulu dan koaliasi partai setelah pelantikan anggota DPRD provinsi, kota dan kabupaten hasil Pemilu 2019 lalu.

Selain itu, pembahasan penjaringan balon Gubernur Bengkulu, dan koaliasi partai akan dimulai setelah tahapan Pilkada 2020 dimulai KPU. Diperkirakan tahapan Pilkada 2020 dimulai pada September tahun ini.

"Kita siap melakukan penjaringan cagub Bengkulu, yang diusung pada Pilkada 2020 mendatang. Kita akan usung calon yang benar-benar mendapat dukungan dari masyarakat, sehingga saat pilkada peluang besar untuk memenangkan pertarungan," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Sis Rahma, salah satu pengurus Partai Gerindra Bengkulu. Ia mengatakan, partai akan mengusung palson cagub-cawagub Bengkulu yang mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, sehingga dapat meraih kemenangan pada Pilkada 2020.

"Siapa pun orangnya, kader atau bukan, bila memiliki potensi besar untuk memenangkan pilkada akan kita usung asalkan yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang ditentukan partai," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ketua DPD Demokrat Bengkulu, Edison Simbolon. Ia mengatakan, jika tahapan Pilkada 2020 sudah dimulai KPU, maka partai segera melakukan penjaringan dan seleksi balon gubernur yang akan diusung.

"Partai Demokrat memiliki 4 kursi di DPRD Provinsi Bengkulu, hasil Pemilu lalu, dan kita siap berkoaliasi dengan partai lain untuk mengusung satu paslon cagub-cawagub pada Pilgub 2020 mendatang," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan