Bassist Boomerang Mengaku Konsumsi Ganja untuk Obati Bronkitis

Bassist Boomerang Mengaku Konsumsi Ganja untuk Obati Bronkitis
Polisi menunjukkan tersangka kasus narkotika Hubert Henry Limahelu (tengah) di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/6/2019). Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap Hubert Henry Limahelu yang merupakan pemain bas grup rock Boomerang atas kasus dugan penggunaan narkotika jenis ganja. ( Foto: ANTARA FOTO / Didik Suhartono )
Aries Sudiono / JAS Senin, 24 Juni 2019 | 08:55 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Pemain bas grup rock Boomerang, Hubert Henry Limahelu ditetapkan sebagai tersangka pengguna obat-obatan terlarang (narkoba) jenis ganja. Ia ditangkap Satnarkoba Polrestabes Surabaya, Senin (17/6/2019) baru lalu di rumahnya di Surabaya.

Henry mengaku mengonsumsi demi kesehatan. Dia mengaku sembuh dari bronkitis setelah mengonsumsi ganja. 

Kasus penangkapan Henry baru dirilis, Jumat (21/6/2019) malam karena selama ini masih dalam pengembangan guna menyingkap alur penyelundupan ganja itu sendiri. Bahkan sampai Minggu (23/6/2019) malam, penelusuran kasusnya terus berlangsung guna mengendus bandar besar pemilik ganja.

“Tersangka kita amankan bersama lima orang rekannya. Barang bukti siap pakai dari tangan tersangka seberat 6,7 gram. Ini merupakan pengembangan dari kasus dari tersangka lain,” ujar Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leo Simarmata didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Memo Ardian yang dikonfirmasi semalam.

Lebih lanjut dijelaskan, Henry ditangkap setelah polisi meringkus tersangka bernama Dimas. Penangkapan Dimas bersumber dari informasi yang beredar yang menyebutkan adanya transaksi narkoba.

Tersangka Dimas kedapatan menyimpan 12 paket ganja dengan berat total sekitar 1.684 gram atau 1,6 kilogram (kg). Tersangka mengaku memperoleh barang haram tersebut dari Lampung.

Dari keterangan Dimas, polisi berhasil menyita barang bukti tiga paket (bungkus) ganja dari tangan tersangka Amos dengan berat barang bukti sekitar 375 gram. Ada tersangka ketiga bernama Hasan Azhari yang menyimpan tujuh bungkus ganja kering siap pakai serta Julian Azhari sebanyak dua linting ganja dan Rudianto yang mengantongi lima bungkus ganja berbobot kurang lebih 179 gram.

Henry dalam pengakuannya menyebutkan bahwa dengan ganja ia berhasil mengobati penyakit bronkitis atau umum menyebut paru-paru basah yang diidapnya. Oleh karenanya ia titip pesan kepada Presiden Jokowi agar masyarakat yang terkena penyakit bronkitis diobati dengan ganja.

“Tentang ganja ini aku ingin ngomong kepada Bapak RI-1 Presiden Jokowi merevisi undang-undang khususnya golongan satu ganja. Karena saya sempat terkena bronkitis, terus aku pakai secara medis dan aku sembuh,” aku Henry kepada wartawan.

Henry mengungkapkan, ia menderita bronkitis karena sering berkeringat saat dan usai tampil di atas panggung. Namun keringat tersebut sering mengering di badan dan membuatnya terkena penyakit paru-paru basah.

"Setiap usai show bajuku basah keringat langsung masuk mobil ber-AC. Karena keseringan, terdapat flek di paru-paruku. Saya sempat membaca artikel tentang pengobatan medis dengan ganja yang bisa untuk menyembuhkan penyakit paru-paru basah dan itu aku coba, berhasil. Setelah itu juga dibarengi anjuran dokter agar mandi air hangat.

“Saya sudah setahun terakhir mandi air hangat dan sembuh,” ujarnya.

Henry menegaskan jika penyakitnya sembuh setelah mengunakan ganja. Ia berharap pemerintah bisa melakukan riset pengobatan dengan ganja. 

Ia mengaku memakai ganja juga untuk menjaga kesehatan, juga ingin menyampaikan pengalaman (memakai ganja) kepada Presiden RI adalah untuk kesehatan bukan untuk dibela.



Sumber: BeritaSatu.com