Polisi Temukan Pabrik Induk Korek Api Gas

Polisi Temukan Pabrik Induk Korek Api Gas
Petugas kepolisian melakukan identifikasi lokasi kebakaran pabrik korek api di Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat, 21 Juni 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / HO )
Arnold H Sianturi / JAS Senin, 24 Juni 2019 | 09:44 WIB

Medan, Beritsatu.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) masih melakukan pendalaman atas industri rumahan korek api gas yang terbakar dan menewaskan 30 orang pekerja di Desa Sambirejo kawasan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Perusahaan induk dari pabrik yang terbakar di Langkat berada di Sunggal, Deli Serdang, dan ada izinnya dengan membuka cabang home industry (industri rumahan) ada tiga. Untuk yang terbakar ini, hanya pemasangan kepala mancis (korek gas) tidak ada izin.

"Penanganan kasus ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan. Seluruh operasional pabrik kita hentikan sementara, termasuk pabrik induk maupun cabangnya," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (24/6/2019).

Tatan mengatakan, sudah tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka di balik kebakaran yang menewaskan 30 orang pekerja di Desa Sambirejo kawasan Binjai, Kabupaten Langkat. Ketiga orang itu adalah pemilik industri, Indramarwan warga asal Jakarta Barat, Burhan selaku manager pabrik dan Lismawarni. Polisi masih melakukan pendalaman atas keterkaitan pihak lainnya.

"Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka itu sudah resmi ditahan. Mereka dijerat Pasal 359 KUHP karena mengabaikan keamanan dan keselamatan pekerja, yang berujung tewasnya 30 pekerja. Ancaman hukuman 5 tahun penjara," ungkapnya.

Menurutnya, pihak yang mengunci pintu depan sebelum pabrik terbakar adalah seorang mandor perusahaan. Ternyata, mandornya ikut jadi korban.

"Keterangan lima orang saksi, kebakaran terjadi saat pekerja sedang memasang kepala korek api gas," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan