Tanaman Bawang Putih Berhasil Dikembangkan di Jangkat, Merangin

Tanaman Bawang Putih Berhasil Dikembangkan di Jangkat, Merangin
Gubernur Jambi, Fachrori Umar panen perdana bawang putih di areal percontohan penanaman bawang putih di Desa Jangkat, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Sabtu, 22 Juni 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / JEM Senin, 24 Juni 2019 | 15:16 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Para petani di beberapa desa di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, kini mulai memiliki sumber penghasilan baru dari komoditas pertanian bawang putih. Puluhan hektare (ha) lahan pertanian yang selama ini ditelantarkan petani di daerah itu kini berhasil ditanami dengan komoditas bawang putih.

Panen perdana bawang putih di daerah pegunungan Kabupaten Merangin, Jambi itu dilakukan para petani bersama Gubernur Jambi, Fachrori Umar dan Bupati Merangin, Al Haris di Kecamatan Jangkat, Merangin, Jambi, Sabtu (22/6/2019).

Rachman (40), petani Jangkat pada panen perdana tersebut mengaku cukup senang terkait keberhasilan pengembangan tanaman bawang putih di daerah tersebut. Selama ini para petani setempat menelantarkan areal pertanian mereka akibat harga tanaman cabai merah dan sayur-sayuran yang anjlok setiap musim panen raya.

“Keberhasilan penanaman bawang putih di Kecamatan Jangkat ini membawa harapan baru bagi kami. Kami optimis komoditas bawang putih bisa memajukan ekonomi petani daerah pegunungan ini karena harga bawang putih di pasaran selalu tinggi,” katanya.

Rachman mengharapkan pengembangan bawang putih di Jangkat tetap mendapat bantuan pemerintah seperti pola penanaman perdana bawang putih di daerah itu. Bantuan itu penting karena para petani belum berpengalaman menanam bawang putih.
Solusi

Sementara itu, Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada kesempatan tersebut mengatakan, keberhasilan penanaman bawang putih di sentra pertanian Jangkat, Merangin diharapkan mampu memberi solusi terhadap masalah lonjakan harga dan kelangkaan bawang putih di Jambi selama ini.

“Keberhasilan pengembangan bawang putih di Jangkat ini juga kami harapkan bisa terus dilanjutkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di daerah pegunungan ini. Keberhasilan Jangkat nantinya menjadi sentra bawang putih bisa menjadi solusi penanggulangan kemiskinan di daerah ini,”ujarnya.

Dikatakan, pengembangan tanaman bawang putih di Kecamatan Jangkat tersebut hasil kerjasama Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), pengusaha pertanian PT CGU dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Luas proyek percontohan penanaman bawang putih di Kecamatan Jangkat mencapai 20 hektare (ha). Hasil panen perdana bawang putih dari areal percontohan itu rata-rata 3 ton/ha.

“Hasil panen perdana bawang putih dari areal percontohan ini bukan untuk dijual ke pasar. Hasil panen perdana bawang putih ini dimanfaatkan memenuhi kebutuhan bibit pada pengembangan dan peluasan tanaman bawang putih di Jangkat,” katanya.

Fachrori Umar mengatakan menyambut baik keberhasilan penanaman dan panen bawang putih di Jangkat karena bawang putih merupakan salah satu komoditi pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pengembangan pertanian tanaman bawang putih di Jangkat merupakan langkah berani yang harus diapresiasi. Penanaman bawang putih di daerah itu di masa mendatang perlu terus diperbaiki agar produksinya maksimal dan petani tidak sampai gagal panen.

“Kerja sama pemerintah, petani, HKTI, dunia usaha (PT CGU) dan IPB dalam penanaman bawang putih di Jangkat perlu terus dilanjutkan. Keterlibatan. akademisi dari IPB dalam pengembangan bawang putih di Jangkat ini sangat penting untuk memperkuat kajian ilmiah yang diterapkan di lapangan,”katanya.

Sementara Bupati Merangin, Al Haris mengatakan, Pemkab Merangin siap menjadi proyek percontohan penanaman dan pengembangan bawah putih di Provinsi Jambi. Keberhasilan pengembangan pertanian bawang putih di Merangi diharapkan bisa menjadikan daerah itu menjadi sentra bawang putih di masa mendatang.

“Keberhasilan penanaman bawang putih di Jangkat juga bisa memotivasi petani menggarap kembali lahan pertanian yang mereka telantarkan selama ini. Semakin banyaknya petani di Jangkat yang menanam bawang putih, maka pengangguran di daerah itu pun bisa dikurangi,”katanya.

Lahan Telantar

Sementara itu, pakar pertanian dari IPB Bogor Munif Gulamahdi pada kesempatan tersebut mengatakan, lahan aatau areal yang digunakan untuk penanaman bawang putih di Jangkat merupakan lahan telantar atau yang ditinggal petani. Lahan tersebut disewa PT CGU dengan harga Rp 1 juta/ha /tahun untuk pengembangan tanaman bawang putih.

“Luas lahan yang disewa PT CGU untuk penanaman perdana bawang putih di Jangkat baru 20 ha. Target pengembangan bawang putih di daerah ini mencapai 100 ha. Hasil panen perdana tanaman bawang putih dari areal percontohan ini dimanfaatkan untuk bibit atau benih, bukan dijual ke pasar. Dengan demikian harga benih bawang putih untuk petani relatif murah,”katanya.

Menurut Munif, kerja sama atau sinergi Akademisi, Business, Government, dan Community (ABGC) sangat dibutuhkan untuk mengembangkan pertanian bawang putih di Jangkat, Merangin. Pengembangan pertanian bawang putih di Jangkat di masa mendatang tidak bisa dilepas hanya kepada petani agar tidak terjadi kegagalan panen.

“Petani yang menanam bawang putih di Jangkat harus tetap didampingi dan dibantu akademisi, pengusaha dan pemerintah. Dengan demikian petani akan berhasil menanam dan panen bawang putih dan hasil panen meraka pun cepat laku di pasaran dengan harga yang memadai,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan