Pembenahan Lapas Harus Menyeluruh

Pembenahan Lapas Harus Menyeluruh
Rutan Siak Sri Indrapura Riau Kebakaran Diduga Akibat Kerusuhan ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Yeremia Sukoyo / WM Senin, 24 Juni 2019 | 22:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  - Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan (Rutan) masih menjadi sorotan menyusul kerapnya insiden kerusuhan yang terus terjadi belakangan ini. Pembenahan menyeluruh harus segera dilakukan agar masalah serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah menilai, pembenahan di dalam Lapas harus dilakukan mulai dari hulu jajaran lapas. Salah satu caranya, dengan mengganti Direktur Keamanan dan Ketertiban (Dirtatib) hingga Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen pas) Kementerian Hukum dan HAM (kemkumham).

"Bila hulunya dibenahi, hilirnya pasti akan baik. Tak ada lagi kericuhan yang menyebabkan pembakaran Rutan maupun Lapas," kata Trubus Rahardian, di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Selama ini, munculnya kerusuhan di dalam Lapas juga sebagai akibat dari buruknya kordinasi dengan pihak kepolisan maupun TNI. Sehingga, kericuhan yang seharusnya bisa dengan mudah dicegah, namun akhirnya tidak terkendalikan karena kurangnya koordinasi.

Agar kasus itu tidak kembali terulang dan menyebar ke wilayah lain, Trubus menyarankan segera dilakukan pembenahan. Bukan hanya kalapas maupun karutan yang selalu dijadikan kambing hitam, namun harus dilakukan pembenahan secara menyeluruh.

Menurut Trubus, munculnya masalah di dalam penjara juga disebabkan masih buruknya tata kelola yang ada di dalamnya. Persoalan dalam pembinaan pegawai lapas selama ini juga lebih bersifat seremonial. "Pembenahan harus segera dilakukan untuk menciptakan rutan dan lapas yang aman tanpa menimbulkan masalah," ujarnya.

Sebelumnya telah terjadi rentetan kerusuhan massal yang terjadi di sejumlah Lapas. Terakhir seperti yang terjadi di Lapas Narkotika di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Di Lapas tersebut, para tahanan sempat membakar lapas, merusak kendaraan maupun merusak fasilitas lapas sebelum akhirnya melarikan diri. Kerusuhan juga terjadi di Rutan Klas II B Sigli, Aceh. Akibat kejadian itu, sebagian bangunan rutan terbakar



Sumber: Suara Pembaruan