Wakasad: Teroris Internasional Incar Negara Asia Tenggara

Wakasad: Teroris Internasional Incar Negara Asia Tenggara
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) bersama Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) dan Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman (kiri) saat membuka Rakornis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-105 Tahun 2019 di Mabes TN AD, Jakarta, Kamis (20-6-2019). ( Foto: Antara Foto / Syaiful Hakim )
Robertus Wardi / FER Senin, 24 Juni 2019 | 22:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman, mengemukakan, kawasan Asia Tenggara bisa menjadi agenda sasaran kelompok-kelompok radikal dan terorisme internasional. Kawasan Asia Tenggara dinilai menjanjikan secara ekonomi dan majemuk dalam budaya.

Hal itu disampaikan Tatang saat menjadi Keynote Speaker pada forum Asean Armies Information Sharing Workshop (AAISW) ke-2 di Trans Luxury Hotel Bandung, Jawa Barat, Senin (24/6/2019). Ia mewakili Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa yang berhalangan hadir.

Kegiatan AAISW berlangsung dua hari, tanggal 24-25 Juni 2019, diikuti perwakilan pejabat Angkatan Darat negara-negara Asean yang membidangi masalah intelijen dan pengamanan. Negara-negara yang hadir diantaranya Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Tatang menjelaskan, dinamika ancaman keamanan yang serius di kawasan Asia Tenggara hanya bisa dihadapi dengan strategi dan rencana aksi bersama antar negara Asean.

Dihadapan para pejabat Asisten Pengamanan (Aspam) Angkatan Darat se-Asean yang hadir dalam acara AAISW, Tatang mengatakan, forum Asean Armies Information Sharing Workshop sangat penting untuk menguatkan visi dan komitmen dalam mewujudkan langkah-langkah nyata, melalui protokol strategi dan kerja sama multilateral, khususnya yang terkait information sharing dan anti-terorisme.

"Masa depan kita sebagai bangsa akan bergantung pada bagaimana kita berkolaborasi menghadapi ancaman dan tantangan tersebut. TNI AD, siap berkolaborasi untuk membangun platform sistem pertukaran informasi dan intelijen bersama serta berbagi pengalaman, pengetahuan, dan strategi penangkalan radikalisme dan terorisme bersama saudara-saudara kami se-Asean," ujar Tatang.

Sementara Asisten Pengamanan (Aspam) Kasad, Mayjen TNI M Nur Rahmad, dalam sambutannya berharap forum AAISW bisa saling tukar pandangan, ide dan pikiran serta gagasan khususnya dalam bidang intelijen dan pengamanan. Hal itu agar kawasan Asia Tenggara bisa lebih aman, solid dan bebas dari ancaman teorirmse.

"Saya percaya berbagai diskusi interaktif kita dalam forum ini akan memberikan manfaat positif bagi peningkatan dan pengembangan kerja sama intelijen dan pengamanan Angkatan Darat negara-negara Asean," tutupnya.



Sumber: Suara Pembaruan