BNN Sebut Lapas Kemkumham Masih "Sakit"

BNN Sebut Lapas Kemkumham Masih
Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko dan Deputi Berantas BNN RI, Irjen Pol Arman Depari beserta jajaran menunjukkan barang bukti Narkotika jenis ekstasi sebanyak 27 ribu butir dan 1 kilogram sabu di Markas BNN RI Cawang, Jakarta Timur, Selasa, 26 Juni 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos KY Paath / JAS Selasa, 25 Juni 2019 | 14:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyebutkan bahwa masih banyak oknum pejabat dan sipir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kementerian Hukum dan HAM RI yang masih "sakit" atau diragukan integritas nya.

"Lapas kita masih banyak yang 'sakit', hal ini dapat terlihat dengan bagaimana leluasanya para bandar, kurir, maupun pengendali dapat menjalankan operasinya bahkan saat mereka sudah ditahan dalam lapas," ujar Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari, Selasa (25/6/2019) pagi di lobby Markas BNN RI, Cawang, Jakarta Timur.

Arman menyebutkan meski pihak BNN terus melakukan sinergi dengan Kemkumham, Bea Cukai, Imigrasi, kepolisian, dan pihak-pihak lain, masih ada oknum-oknum yang integritasnya rendah sehingga sering menyalahgunakan kewenangan untuk melakukan pembiaran narkotika masuk dan masih bisa beredar.

Hal itu dikatakan Arman menyikapi pengungkapan jaringan Malaysia-Medan-Padang. Dalam kasus ini, pihak BNN menyita kurang lebih 27.000 butir pil ekstasi serta satu kilogram sabu dalam kemasan teh yang merupakan pesanan dari Napi Lapas Pariaman Sumatera Barat pada Kamis (20/6/2019) lalu.

"Bahkan pelaku pengedar ekstasi dan sabu bernama Herman (HE) ini sempat memprovokasi narapidana lainnya saat hendak ditangkap dari dalam lapas tempat ia ditahan dan mengendalikan jaringannya selama ini," jelas Arman.

Sebanyak 10.000 butir pil ekstasi berwarna biru dikemas dalam bungkusan berlogo Superman, 2.000 butir ekstasi berlogo crown berwana hijau, serta 15.000 butir ekstasi bungkusan berlogo Lego berwarna biru.

"Ini ekstasi bahan dari MDMA yang berasal dari Eropa Barat khususnya Belanda, Amerika, dan saat akan masuk ke Indonesia transit melalui Malaysia, Taiwan, dan Tiongkok. Jenis ini merupakan narkotika kualitas nomor 1 dan biasanya akan dioplos menjadi dua atau tiga butir lainnya," ungkap Arman.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Heru Winarko dalam konferensi pers tersebut menyebutkan pihaknya mengamankan setidaknya 4 orang tersangka yakni AC, BS, SJ, dan HE (narapidana lapas) di dua lokasi berbeda yakni di Balai Asahan dan Pariaman.

"Para pelaku kita kenakan Pasal 114 Ayat 2 Junto Pasal 132 Ayat 1, Junto Pasal 112 Ayat 2 Junto Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati," kata Heru.



Sumber: Suara Pembaruan